Lima Sekolah Terdampak Banjir di Mataram Segera Direhabilitasi Pusat, Ini Daftarnya!
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menangani lima sekolah terdampak banjir Mataram pasca-banjir 6 Juli. Simak detail penanganan dan daftar sekolahnya!

Lima gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang terdampak banjir pada 6 Juli lalu, kini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera mengambil alih penanganan rehabilitasi sekolah-sekolah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi dampak bencana alam terhadap fasilitas pendidikan.
Dinas Pendidikan Kota Mataram mengonfirmasi bahwa lima sekolah tersebut sedang dalam proses pendataan oleh tim dari pemerintah pusat. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Syarafudin, menjelaskan bahwa asesmen sedang dilakukan. Proses ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan anggaran yang tepat.
Setelah asesmen rampung, perjanjian kerja sama (PKS) akan segera dibuat sebagai dasar pelaksanaan perbaikan. Penanganan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sekolah agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali tanpa hambatan. Fokus utama adalah memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.
Daftar Sekolah Terdampak dan Proses Rehabilitasi
Lima SMP yang akan diperbaiki oleh pemerintah pusat meliputi SMP Negeri 16 Mataram, SMP Negeri 20 Mataram, dan SMP Negeri 22 Mataram yang berlokasi di Sandubaya. Selain itu, SMP Negeri 21 Mataram di Kecamatan Sekarbela serta SMP Negeri 13 Mataram di Jalan Pemuda juga masuk dalam daftar ini. Seluruh sekolah ini mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan banjir.
Syarafudin menambahkan bahwa besaran bantuan anggaran yang akan diterima oleh masing-masing sekolah kemungkinan bervariasi. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan spesifik setiap fasilitas. Pihak dinas memprediksi jenis program bantuan yang akan diberikan adalah "rehabilitasi plus", yang mencakup perbaikan menyeluruh.
Proses pengerjaan untuk bantuan dari pemerintah pusat umumnya dilakukan dengan sistem swakelola kementerian. Artinya, semua kegiatan administrasi dan teknis akan ditangani langsung oleh Kemendikdasmen. Dinas Pendidikan Kota Mataram hanya akan menerima hasil akhir berupa bangunan yang sudah direhabilitasi, memastikan efisiensi dan akuntabilitas proyek.
Program Rehabilitasi Lain dari Pemerintah Pusat
Selain penanganan lima sekolah terdampak banjir, pemerintah pusat juga telah memberikan program rehabilitasi untuk 19 unit sekolah lain di Kota Mataram pada tahun ini. Program ini mencakup 16 Sekolah Dasar (SD) dan tiga SMP. Beberapa SD yang menerima bantuan antara lain SD Negeri 1 Mataram, SD Negeri 2 Cakranegara, dan SD Negeri 16 Mataram.
Untuk tingkat SMP, program rehabilitasi diberikan kepada SMP Negeri 11 Mataram, SMPIT Anak Soleh, dan SMPIT Tunas Cendikia. Besaran bantuan untuk 19 sekolah ini juga berbeda-beda, tergantung pada bagian sekolah yang akan direnovasi. Umumnya, fokus renovasi adalah pada ruang kelas, sanitasi, dan toilet, dengan mayoritas perbaikan ditujukan untuk fasilitas toilet.
Seluruh 19 sekolah ini telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Kemendikdasmen RI, karena proyek dilaksanakan secara swakelola kementerian. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) langsung dari kementerian, dan proses pencairan anggaran langsung ke sekolah. Dinas Pendidikan Kota Mataram berperan sebagai tim pemantau dan monitoring untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di daerah.