Lonjakan Pemudik di Kampung Rambutan H-6 Lebaran: 1.392 Penumpang Menuju Sumatera
Jumlah pemudik di Terminal Kampung Rambutan meningkat drastis di H-6 Lebaran 2025, mencapai 1.392 penumpang, didominasi tujuan Sumatera, terutama Sumatera Barat, dengan antisipasi keamanan dan pencegahan pungli.

Jakarta, 25 Maret 2025 - Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mencatat lonjakan signifikan jumlah pemudik pada Selasa, H-6 Lebaran 2025. Sebanyak 1.392 penumpang tercatat hingga pukul 14.00 WIB, angka yang jauh melampaui total pemudik empat hari sebelumnya. Lonjakan ini terjadi di tengah prediksi puncak arus mudik yang diperkirakan akan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran.
Peningkatan ini cukup mengejutkan. Jumlah pemudik pada H-7 (Senin) tercatat 1.240 penumpang, H-8 (Minggu) 1.300 penumpang, H-9 (Sabtu) 1.250 penumpang, dan H-7 (Jumat) hanya 744 penumpang. Meskipun data ini belum merupakan akumulasi harian, angka 1.392 penumpang di H-6 menunjukkan tren peningkatan yang signifikan menjelang hari raya Idul Fitri.
Komandan Regu (Danru) Pagi Terminal Kampung Rambutan, Efriandi, menjelaskan bahwa sebagian besar pemudik masih menuju Sumatera, khususnya Sumatera Barat. "Untuk hari ini penumpang masih terlihat untuk tujuan Sumatera ya, terutama Sumatera Barat. Lanjut beberapa kota lainnya seperti Sumatera Selatan dan Lampung," ujarnya.
Dominasi Pemudik Menuju Sumatera dan Antisipasi Keamanan
Efriandi menambahkan, tujuan mudik ke daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, juga cukup signifikan, meskipun jumlahnya masih di bawah Sumatera. "Untuk daerah Jawa masih didominasi Jawa Tengah. Jawa Tengah, Jawa Timur mungkin tadi pagi dan kemungkinan nanti sore sekitar jam lima-an biasanya jam-jam pemberangkatan," tambahnya. Pihak terminal telah mengantisipasi lonjakan pemudik dengan berbagai langkah.
Mengingat prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran, pengelola terminal telah mempersiapkan pos pengamanan terpadu yang terdiri dari unsur TNI dan Polri selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama masa mudik. "Kalau untuk keamanan, kami disini sudah mempersiapkan pos pengamanan terpadu yang terdiri dari unsur TNI-Polri baik yang berseragam maupun yang tidak berseragam selama 24 jam," jelas Efriandi.
Tidak hanya fokus pada keamanan, upaya pencegahan pungutan liar (pungli) juga menjadi prioritas. Kerjasama dengan TNI dan Polri menghasilkan pos pengaduan khusus untuk menangani laporan pungli. "Kami siapkan di ruang tunggu nanti ya kalau ada masyarakat yang merasa ada pemungutan-pemungutan liar atau merasa dirugikan silahkan melapor ke pos setempat," kata Efriandi. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan pungli yang masuk.
Imbauan kepada Pemudik dan Layanan Informasi
Efriandi juga memberikan imbauan kepada para pemudik agar memastikan rumah mereka dalam keadaan terkunci sebelum berangkat. Selain itu, ia menekankan pentingnya memanfaatkan layanan informasi yang tersedia di terminal. "Nanti setelah sampai di terminal untuk tidak segan-segan bertanya atau mencari informasi kepada petugas kami yang ada di lapangan maupun yang ada di posko-posko yang di terminal," tutupnya. Pihak terminal berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kenyamanan para pemudik selama berada di Terminal Kampung Rambutan.
Langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh pihak Terminal Kampung Rambutan menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi lonjakan pemudik. Dengan adanya pos pengamanan terpadu dan pos pengaduan pungli, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman.