Megawati Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati, Doakan Keutuhan NKRI
Megawati Soekarnoputri beserta keluarga dan petinggi PDI Perjuangan berziarah ke makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati, mendoakan keutuhan NKRI dan mrefleksikan nilai kekeluargaan.

Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, melakukan ziarah ke makam mendiang suaminya, Taufiq Kiemas, dan ibundanya, Fatmawati Soekarno, pada Sabtu sore, 29 Maret 2024. Ziarah tersebut dilakukan di TPU Karet Bivak dan TMP Kalibata, Jakarta. Megawati didampingi oleh keluarga, petinggi PDI Perjuangan, dan sejumlah sahabat dekat. Kegiatan ini merupakan tradisi menjelang bulan Ramadhan, sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para leluhur.
Dalam ziarah tersebut, Megawati tampak khusyuk berdoa di depan pusara Fatmawati, Ibu Bangsa yang menjahit bendera Merah Putih, dan Taufiq Kiemas, mantan Ketua MPR RI. Kehadiran keluarga, termasuk putranya Prananda Prabowo, putrinya Puan Maharani, serta beberapa anggota keluarga lainnya, menunjukkan kekompakan dan kehangatan keluarga Soekarnoputri.
Selain keluarga, sejumlah petinggi PDI Perjuangan juga turut hadir dalam ziarah ini. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai momen refleksi dan penguatan soliditas partai. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah, yang juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi rutin yang dilakukan Megawati menjelang bulan Ramadhan.
Ziarah sebagai Momen Refleksi dan Penguatan Nilai Kebangsaan
Menurut Ahmad Basarah, ziarah ke makam Taufiq Kiemas dan Fatmawati memiliki makna yang mendalam. Ziarah bukan hanya sekadar membersihkan makam dan berdoa, tetapi juga sebagai momen silaturahmi keluarga dan refleksi diri. Taufiq Kiemas, yang dikenal sebagai tokoh nasional yang selalu berusaha merekatkan perbedaan, memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan NKRI. Sementara Fatmawati, sebagai pahlawan bangsa, berperan dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
Megawati, dalam ziarah ini, juga mendoakan agar cita-cita para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dapat terwujud. Hal ini menunjukkan komitmen Megawati terhadap nilai-nilai kebangsaan dan perjuangan para pahlawan.
Kehadiran para fungsionaris partai dalam ziarah ini juga diartikan sebagai momen untuk memperkuat soliditas partai dan menjaga nilai-nilai kekeluargaan. Hal ini sejalan dengan upaya PDI Perjuangan dalam menjaga keutuhan NKRI dan melanjutkan perjuangan para pendahulunya.
Tradisi Keluarga dan Soliditas PDI Perjuangan
Tradisi ziarah yang dilakukan Megawati menjelang Ramadhan ini menunjukkan pentingnya nilai-nilai keagamaan dan kekeluargaan dalam kehidupan pribadi dan politiknya. Ziarah ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antar anggota keluarga dan petinggi partai.
Selain itu, kehadiran Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno dan beberapa anggota DPR RI juga menunjukkan penghormatan dan dukungan terhadap Megawati dan keluarganya. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya acara keluarga, tetapi juga memiliki makna penting bagi kehidupan politik dan sosial di Indonesia.
Setelah Ramadhan berakhir, Megawati dan keluarga akan merayakan Idul Fitri di kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa tradisi keluarga dan silaturahmi merupakan hal yang penting bagi Megawati dan keluarganya.
Ziarah ini menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur dan pengingat akan nilai-nilai kebangsaan yang perlu terus dijaga dan diperjuangkan. Kegiatan ini juga menunjukkan soliditas PDI Perjuangan dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Dengan adanya ziarah ini, Megawati Soekarnoputri kembali menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai luhur bangsa dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.