Mentan Amran Sulaiman Sidak Gudang Bulog Sulsel, Stok Gabah Capai 186 Ribu Ton!
Menteri Pertanian melakukan sidak empat gudang Bulog di Bone, Sulsel, saat Lebaran dan menemukan stok gabah mencapai 186 ribu ton, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara mengejutkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke empat gudang Perum Bulog di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tepatnya selama libur Lebaran 2025. Sidak ini bertujuan untuk memantau langsung stok gabah dan memastikan penyerapan gabah dari petani berjalan lancar. Kunjungan Mentan ini dilakukan pada Rabu, dan hasilnya cukup menggembirakan.
Setelah melakukan sidak, Mentan Amran Sulaiman menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Pimpinan Wilayah Bulog Sulsel. Ia memuji konsistensi Bulog dalam menyerap gabah petani sehingga stok gabah tercukupi dengan jumlah yang signifikan. Hal ini menunjukkan komitmen Bulog dalam menunjang ketahanan pangan nasional.
Dari hasil sidak tersebut, terungkap bahwa stok gabah di gudang-gudang Bulog di Bone mencapai angka 186 ribu ton. Angka ini merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan menunjukkan keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan produksi gabah di Sulawesi Selatan. Mentan optimis angka ini akan terus bertambah seiring dengan musim panen raya yang akan datang.
Stok Gabah Melimpah di Sulawesi Selatan
Mentan Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa angka 186 ribu ton merupakan angka sementara. Ia memperkirakan stok gabah akan terus meningkat hingga mencapai 700 ribu ton. Jika hal ini terwujud, Sulawesi Selatan akan mencatatkan sejarah baru dalam pemenuhan stok beras dan gabah.
Pencapaian ini diharapkan dapat berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional. Keberhasilan Bulog dalam menyerap gabah petani secara cepat dan efisien menjadi kunci keberhasilan ini. Proses penyerapan gabah yang cepat dan efisien sangat penting untuk menjaga kualitas gabah dan mencegah kerugian petani.
Mentan juga menekankan pentingnya percepatan penyerapan gabah untuk mencapai target swasembada beras. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan tercapainya swasembada beras dalam waktu singkat. Target penyerapan gabah Bulog secara nasional adalah 3 juta ton.
Target Swasembada Beras Nasional
Menurut Mentan Amran Sulaiman, optimisme terhadap pencapaian target swasembada beras sangat tinggi. Hal ini didasarkan pada kerja keras petani yang telah berhasil meningkatkan produksi gabah dalam negeri. Dengan stok gabah yang melimpah, Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada impor beras.
Sidak Mentan Amran Sulaiman ini memberikan gambaran positif tentang kondisi stok gabah di Sulawesi Selatan. Keberhasilan Bulog dalam menyerap gabah petani dan upaya pemerintah dalam meningkatkan produksi gabah menunjukkan langkah nyata menuju ketahanan pangan yang lebih baik. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia.
Keberhasilan ini juga menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, Bulog, dan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada beras dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Dengan stok gabah yang melimpah, diharapkan harga beras di pasaran dapat tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, serapan gabah Bulog harus mencapai 3 juta ton untuk menuju swasembada. Dan kita optimis karena petani sudah bekerja keras memenuhi produksi dalam negeri," demikian Mentan Andi Amran Sulaiman.