Meriahnya Kenduri Nuzul Quran di Aceh Besar: 19 Belanga Kuah Beulangong untuk Warga Lamlumpu
Warga Gampong Lamlumpu, Aceh Besar, merayakan Nuzul Quran dengan memasak 19 belanga kuah beulangong, hidangan khas Aceh yang dibagikan kepada masyarakat.

Warga Gampong Lamlumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memperingati Nuzul Quran dengan cara yang unik dan meriah. Mereka memasak 19 belanga kuah beulangong, sebuah masakan tradisional Aceh yang lezat dan kaya akan rempah. Acara ini berlangsung di Meunasah Gampong Lamlumpu pada Minggu, 23 Maret 2024, menunjukkan kearifan lokal dan ketaatan masyarakat dalam menyambut turunnya Al-Quran.
Kuah beulangong, gulai daging sapi atau kambing dengan bumbu rempah-rempah khas Aceh, menjadi pusat perhatian dalam kenduri ini. Setiap belanga berisi sekitar 18 kilogram daging, menunjukkan besarnya rasa syukur dan kegembiraan yang ingin dibagikan kepada seluruh warga. Proses memasak yang dilakukan secara bersama-sama oleh para bapak-bapak di kampung ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
Tradisi berbagi makanan ini bukan hanya sekadar kegiatan makan bersama, melainkan juga bentuk silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar warga. Pembagian kuah beulangong ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan dalam berbagai acara penting, seperti peringatan Nuzul Quran, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan lainnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tradisi ini bagi masyarakat Lamlumpu.
Tradisi Kuah Beulangong dan Kedermawanan Warga Lamlumpu
Ketua Tuha Peut Gampong Lamlumpu, Juliosi, menjelaskan bahwa 19 belanga kuah beulangong tersebut dibagikan kepada seluruh masyarakat Gampong Lamlumpu. "Dalam kenduri Nuzul Quran tahun ini, kami memasak 19 belanga kuah beulangong. Satu belanga berisikan sekitar 18 kilogram daging sapi. Kemudian, kuah beulangong ini dibagi kepada masyarakat," ujar Juliosi. Selain dibagikan, kuah beulangong juga dinikmati bersama saat berbuka puasa di meunasah.
Biaya untuk memasak hidangan melimpah ini berasal dari sumbangan sukarela warga. Sumbangan diberikan sesuai kemampuan masing-masing, menunjukkan semangat gotong royong dan kedermawanan yang tinggi di tengah masyarakat. Hal ini mencerminkan kepedulian dan rasa kebersamaan dalam merayakan momen penting keagamaan.
Juliosi menambahkan bahwa tradisi memasak kuah beulangong ini telah berlangsung turun-temurun. "Tradisi memasak kuah beulangong ini tidak hanya pada saat kenduri Nuzul Quran, tetapi kegiatan lainnya, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan lainnya. Memasak kuah beulangong ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung dari generasi ke generasi," tambahnya. Tradisi ini menjadi bukti kelestarian budaya dan nilai-nilai sosial yang kuat di masyarakat Lamlumpu.
Rangkaian Peringatan Nuzul Quran di Lamlumpu
Tidak hanya memasak kuah beulangong, peringatan Nuzul Quran di Gampong Lamlumpu juga diramaikan dengan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Tengku Imam Gampong Lamlumpu, Zainuddin RZ, menjelaskan bahwa acara ini juga dimeriahkan dengan tadarus dan katam Al-Quran yang diikuti oleh qari-qari terbaik di Provinsi Aceh. Kehadiran para qari menambah kekhusyukan dan nilai spiritual dalam peringatan Nuzul Quran.
Peringatan Nuzul Quran di Gampong Lamlumpu merupakan bagian dari program "Spirit of Ramadhan" di Kabupaten Aceh Besar. Program ini juga diisi dengan berbagai perlombaan, seperti tilawatil Quran, dakwah, cerdas cermat, dan lomba untuk imam shalat wajib serta imam shalat jenazah. Beragamnya kegiatan ini menunjukkan komitmen masyarakat dalam meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
Dengan demikian, peringatan Nuzul Quran di Gampong Lamlumpu bukan hanya sekadar upacara keagamaan, melainkan juga perwujudan dari semangat kebersamaan, kedermawanan, dan pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakat Indonesia dalam menjaga nilai-nilai agama dan budaya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Lamlumpu tidak hanya memperingati Nuzul Quran, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi dan melestarikan tradisi budaya Aceh yang kaya akan nilai-nilai luhur. Semoga tradisi ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.