Nelayan Garut Selamat dari Kapal Karam, Waspada Cuaca Ekstrem!
Empat nelayan selamat setelah kapal mereka, Putra Putri, karam di perairan Garut akibat gelombang tinggi; Satpolairud Polres Garut mengimbau nelayan waspada cuaca ekstrem.

Pada Selasa, 18 Februari 2024, sebuah peristiwa menegangkan terjadi di perairan Kabupaten Garut, Jawa Barat. Empat nelayan yang tengah melaut mengalami kecelakaan laut setelah kapal mereka, Putra Putri, dihantam gelombang tinggi dan karam. Kejadian ini terjadi sekitar satu jam setelah mereka meninggalkan Dermaga Karang Papak, Kecamatan Cikelet, Garut, menuju Perairan Pompok untuk mencari ikan. Beruntung, keempat nelayan berhasil diselamatkan dan dievakuasi dalam keadaan selamat.
Para nelayan yang selamat terdiri dari tiga Anak Buah Kapal (ABK), yaitu Handi (23), Riki (29), dan Ujang (35), serta juru kemudi kapal, Jajang Yudi (45). Mereka berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang tengah berada di sekitar lokasi kejadian setelah terombang-ambing di laut. Setelah menerima laporan, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Garut langsung bergerak cepat untuk membantu evakuasi.
Iptu Aep Saprudin, Plt. Kepala Satpolairud Polres Garut, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Semua nelayan berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Santolo. "Tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam kejadian ini, keempat nelayan berhasil dievakuasi dan dibawa menuju ke Pelabuhan Santolo," ujar Iptu Aep kepada wartawan di Garut.
Kapal Karam di Hantam Gelombang Tinggi
Kronologi kejadian bermula ketika kapal Putra Putri berangkat dari Dermaga Karang Papak pada Selasa sore. Sekitar satu jam kemudian, kapal tersebut tiba di Perairan Pompok. Namun, tak lama kemudian, gelombang laut yang cukup tinggi menerjang kapal hingga air masuk dan menyebabkan kapal tenggelam. "Setelah beberapa saat kemudian ketinggian gelombang air laut bertambah tinggi dan air masuk ke perahu mereka hingga menyebabkan perahu yang mereka tumpangi tenggelam," jelas Iptu Aep.
Keempat nelayan sempat terombang-ambing di laut sebelum akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan lain. Nelayan yang menemukan mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada nelayan lain dan Satpolairud Polres Garut. Kapal Putra Putri berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Santolo setelah kejadian tersebut.
Setelah dievakuasi, pihak Satpolairud Polres Garut langsung melakukan pemeriksaan terhadap keempat nelayan untuk mengetahui kronologi kejadian dan kondisi kesehatan mereka. Kondisi keempat nelayan dipastikan dalam keadaan baik dan selamat.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Menyikapi kejadian ini, Iptu Aep mengimbau para nelayan untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Ia menekankan pentingnya untuk tidak melaut jika kondisi cuaca buruk, seperti angin kencang dan gelombang tinggi, untuk menghindari kejadian serupa. "Nelayan untuk senantiasa waspada dan berhati-hati karena cuaca di bulan Februari sampai Maret ini masih dalam kondisi puncak musim hujan, cuaca ekstrem bisa mendatangkan angin dan gelombang tanpa bisa kita prediksi," pesannya.
Imbauan ini sangat penting mengingat bulan Februari hingga Maret merupakan puncak musim hujan di Indonesia, sehingga potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan gelombang tinggi masih sangat tinggi. Kewaspadaan dan kehati-hatian para nelayan sangat diperlukan untuk keselamatan mereka saat melaut.
Kejadian karamnya kapal Putra Putri menjadi pengingat penting bagi para nelayan untuk selalu memprioritaskan keselamatan. Memahami kondisi cuaca dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat merupakan kunci untuk mencegah kecelakaan laut serupa di masa mendatang. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua nelayan di Garut dan sekitarnya.