NTT Siapkan Rp200 Juta Sambut Gubernur dan Wagub Baru
Pemprov NTT menggelontorkan anggaran hingga Rp200 juta untuk menyambut kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih di Kupang, termasuk prosesi penjemputan di Bandara El Tari dan acara serah terima jabatan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalokasikan anggaran hingga Rp200 juta untuk menyambut kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang baru dilantik. Acara penyambutan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 1 Maret 2024, di Kupang. Proses penyambutan melibatkan berbagai pihak, mulai dari penjemputan di Bandara El Tari hingga acara serah terima jabatan di Kantor Gubernur.
Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Cosmas Lana, menjelaskan bahwa dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT. Penjemputan akan dilakukan langsung di Bandara El Tari Kupang, bukan melalui terminal VIP, melainkan melalui jalur kedatangan komersial. Uniknya, penjemputan akan dilakukan oleh para penyandang disabilitas, portir bandara, dan perwakilan sekolah, sebagai bentuk partisipasi masyarakat.
Setelah penjemputan di bandara, Gubernur dan Wakil Gubernur akan diarak menuju Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT. Di sana, mereka akan memimpin prosesi serah terima jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, para Bupati, serta pelantikan Ketua PKK. Selain itu, rangkaian acara juga akan diisi dengan ibadah syukuran pada sore hari dan pesta rakyat pada malam hari.
Rangkaian Acara Penyembutan dan Pesta Rakyat
Acara penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tidak hanya mencakup prosesi resmi di kantor pemerintahan. Malam harinya, akan digelar pesta rakyat sebagai bentuk perayaan dan syukuran atas dilantiknya pemimpin baru NTT. Ketua Panitia Pesta Rakyat, Heru Dupe, memastikan bahwa pesta rakyat ini sepenuhnya didanai oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih beserta keluarga, tanpa menggunakan APBD NTT. Hal ini menunjukkan komitmen mereka untuk merayakan momen penting ini dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Heru Dupe juga menjelaskan bahwa pesta rakyat ini akan memberikan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Kupang dan sekitarnya untuk turut berpartisipasi. Dengan demikian, acara ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan bagi pemimpin baru, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.
Partisipasi UMKM dalam pesta rakyat ini menunjukkan kepedulian Gubernur dan Wakil Gubernur terhadap perkembangan ekonomi di NTT. Dengan melibatkan UMKM, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Anggaran yang Transparan dan Akuntabel
Penggunaan anggaran Rp200 juta untuk penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT telah dijelaskan secara transparan oleh Sekda NTT. Anggaran tersebut dialokasikan untuk seluruh rangkaian acara penyambutan, mulai dari penjemputan di bandara hingga acara serah terima jabatan. Transparansi ini penting untuk menjaga akuntabilitas penggunaan dana APBD.
Rincian penggunaan anggaran tersebut belum dijelaskan secara detail. Namun, dengan adanya penjelasan dari Sekda NTT, diharapkan masyarakat dapat memahami penggunaan dana tersebut dan memastikan bahwa anggaran tersebut digunakan secara efektif dan efisien untuk mendukung kelancaran acara penyambutan.
Kejelasan informasi mengenai penggunaan anggaran menjadi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Secara keseluruhan, penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT ini dirancang untuk menjadi acara yang meriah dan berkesan, sekaligus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku UMKM lokal. Hal ini diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat NTT.