Pabrik Katalis di Karawang Dorong Kemandirian Energi Indonesia
Pabrik katalis di Cikampek, Karawang, resmi beroperasi dan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor serta mendorong kemandirian hilirisasi energi.

Karawang, Jawa Barat, 26 Februari 2024 - Peresmian produksi pertama dua katalis baru PT Katalis Sinergi Indonesia di Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menandai langkah signifikan Indonesia menuju kemandirian energi. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa hadirnya pabrik ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor katalis yang selama ini menjadi kendala dalam hilirisasi energi.
"Selama ini, untuk kebutuhan katalis, kita impor. Sekarang dengan adanya pabrik ini kita harapkan bisa mandiri," ujar Todotua usai peresmian. Pabrik katalis ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan energi ramah lingkungan, yang antara lain fokus pada pengembangan bahan bakar nabati sebagai alternatif selain kendaraan listrik. Kehadiran pabrik ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional.
Dengan kemampuan memproduksi katalis secara lokal, Indonesia diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Katalis berperan penting dalam mempercepat dan mengarahkan reaksi kimia dalam konversi bahan baku menjadi bahan bakar nabati, seperti biodiesel dan avtur. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke sumber energi terbarukan.
Pendorong Kemandirian Hilirisasi Energi
Kehadiran pabrik katalis ini memiliki dampak signifikan terhadap kemandirian hilirisasi energi di Indonesia. Selama ini, ketergantungan pada impor katalis menghambat perkembangan industri hilirisasi. Dengan produksi katalis dalam negeri, Indonesia dapat mengendalikan harga dan pasokan, serta menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.
Bahan baku pembuatan katalis, seperti kobalt, nikel, zeolit, molybdenum, dan zinc, melimpah di Indonesia. Ketersediaan bahan baku lokal ini menjadi keunggulan kompetitif bagi PT Katalis Sinergi Indonesia. Dengan demikian, pabrik ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi untuk menjadi eksportir katalis ke negara lain.
"Katalis juga termasuk material yang terkait dengan hilirisasi di industri kimia, kilang dan migas. Material bahan bakunya ada di negara kita, cobalt, nikel, zeolite, molybdenum, hingga zinc, semua material ada di Indonesia dan punya cadangan luar biasa," jelas Todotua Pasaribu.
Profil PT Katalis Sinergi Indonesia
PT Katalis Sinergi Indonesia, yang berdiri di lahan seluas 2 hektar di Kawasan Industri Kujang Cikampek, merupakan hasil konsorsium antara PT Pertamina Lubricants (38 persen), PT Pupuk Indonesia melalui Pupuk Kujang (37 persen), dan PT Rekacipta Inovasi ITB (25 persen). Pabrik ini telah beroperasi selama dua tahun dan telah mengembangkan kapasitas produksinya secara signifikan.
Awalnya, pabrik ini memproduksi tujuh jenis katalis. Namun, saat ini, Katalis Sinergi Indonesia telah mampu memproduksi 13 jenis produk katalis, meliputi sembilan jenis katalis hydrotreating dan empat jenis katalis oleochemical. Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 800 ton per tahun.
Direktur Utama Katalis Sinergi Indonesia, Hadiyanto, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk baru dengan dukungan dari ITB, Pertamina, dan Pupuk Kujang. Dua produk katalis baru yang telah diluncurkan adalah katalis SGB VII untuk industri biofuel dan katalis ME-Kat 200 untuk memproses minyak nabati menjadi fatty alcohol.
Dengan dukungan teknologi dan riset, PT Katalis Sinergi Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan industri hilirisasi energi di Indonesia dan mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Keberhasilan PT Katalis Sinergi Indonesia menunjukkan potensi besar Indonesia dalam mengembangkan industri hilirisasi berbasis sumber daya alam lokal. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan industri-industri lain di Indonesia.