Papua Kembangkan Produksi Perikanan di Dua Zona untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Kabupaten Jayapura, Papua, mengembangkan produksi perikanan di dua zona, pesisir dan Danau Sentani, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan.

Kabupaten Jayapura, Papua, tengah gencar mengembangkan sektor perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Jayapura meluncurkan program pengembangan produksi perikanan di dua zona pembangunan utama: sumber daya laut dan sumber daya perairan darat. Program ini dijalankan berdasarkan arahan Bupati Jayapura yang menekankan pengelolaan sumber daya laut dan perairan darat secara berkelanjutan.
Inisiatif ini diumumkan oleh Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura, Petrus Ohee, di Sentani pada Kamis lalu. Menurut Petrus, pengembangan ini akan berfokus pada dua wilayah utama. Wilayah pesisir pantai, khususnya di Distrik Depapre, akan difokuskan pada pengembangan budidaya perikanan tangkap, ekowisata bahari, dan budidaya rumput laut. Sementara itu, potensi perairan darat di Danau Sentani, meliputi Distrik Sentani Barat dan Distrik Sentani Timur, akan difokuskan pada pengembangan perikanan air tawar.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Jayapura. "Dua zona ini tentu akan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran, juga mendorong UMKM terlibat dalam mengelola hasil perikanannya," ujar Petrus Ohee. Program pelatihan teknis bagi nelayan juga akan diberikan, termasuk pelatihan penggunaan peralatan ramah lingkungan dan penyediaan benih ikan untuk meningkatkan produktivitas.
Pengembangan Perikanan di Zona Pesisir
Zona pesisir di Distrik Depapre akan menjadi pusat pengembangan budidaya perikanan tangkap. Program ini akan berfokus pada peningkatan kapasitas nelayan dalam menangkap ikan dengan metode yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, pengembangan ekowisata bahari diharapkan dapat menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Budidaya rumput laut juga akan dikembangkan sebagai komoditas unggulan, mengingat potensi yang besar di wilayah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap program ini, termasuk penyediaan infrastruktur dan akses pasar yang memadai. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk perikanan dari Kabupaten Jayapura di pasar lokal maupun nasional.
Dengan pengembangan yang terintegrasi, diharapkan zona pesisir ini tidak hanya meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pengembangan Perikanan di Danau Sentani
Danau Sentani, dengan potensi perikanan air tawarnya yang melimpah, akan menjadi fokus pengembangan di zona perairan darat. Program ini akan berfokus pada budidaya perikanan air tawar, dengan memberikan pelatihan dan bantuan kepada masyarakat setempat. Pemilihan jenis ikan yang dibudidayakan akan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dan potensi pasar.
Selain budidaya, pemerintah juga akan memberikan pelatihan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan agar nilai tambah produk dapat meningkat. Dengan demikian, diharapkan program ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Danau Sentani dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal.
Pengembangan di Danau Sentani juga akan memperhatikan aspek lingkungan agar keberlanjutan ekosistem danau tetap terjaga. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan program dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Potensi Perikanan Papua yang Melimpah
Provinsi Papua memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Dengan garis pantai sepanjang 1.170 mil laut dan luas perairan teritorial 45.510 kilometer persegi, Papua memiliki beragam biota laut yang bernilai ekonomis tinggi. Potensi lestari sumber daya perikanan laut diperkirakan mencapai sekitar 1.524.800 ton per tahun, sementara potensi perikanan darat sekitar 268.100 ton per tahun. Belum termasuk potensi lahan untuk pengembangan budidaya laut dan tambak yang diperkirakan mencapai 1.663.200 hektare.
Program pengembangan perikanan di Kabupaten Jayapura ini merupakan bagian dari upaya untuk mengoptimalkan potensi tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Dengan strategi yang terencana dan dukungan pemerintah, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jayapura.
Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan perikanan berkelanjutan di wilayah lain di Papua, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan. Komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelatihan dan dukungan teknis kepada nelayan dan pelaku usaha perikanan menjadi kunci keberhasilan program ini.