Pariwisata: Benteng Ekonomi Indonesia Hadapi Tarif AS
Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana mengusulkan pengembangan sektor pariwisata sebagai strategi ekonomi untuk menghadapi dampak tarif impor dari AS.

Jakarta, 5 April 2024 (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Widiyanti Putri Wardhana, mengajukan sektor pariwisata sebagai benteng pertahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan eksternal akibat kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan ini disampaikan Menparekraf menanggapi kebijakan tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump terhadap produk impor dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Menparekraf menekankan pentingnya memanfaatkan potensi pariwisata sebagai sumber devisa yang signifikan dan tidak terpengaruh hambatan perdagangan di tengah tingginya tarif ekspor.
"Dengan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara," tegas Menparekraf dalam keterangan tertulisnya Sabtu, "kita dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan cadangan devisa." Untuk menghadapi tantangan dinamika perdagangan global, Menparekraf mendorong tiga strategi utama dalam pengembangan sektor pariwisata.
Tiga Strategi Utama Pariwisata Indonesia
Pertama, menempatkan sektor pariwisata sebagai ekspor jasa penyeimbang. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, seni budaya, dan kreativitas masyarakat yang sangat besar potensinya untuk dikembangkan di sektor pariwisata. Namun, distribusi 13,9 juta wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di beberapa destinasi tertentu. Menparekraf mendorong pelaku usaha pariwisata di berbagai daerah untuk meningkatkan kesiapan destinasi, produk pariwisata, usaha pariwisata, SDM, dan promosi terpadu.
Strategi kedua adalah mengoptimalkan UMKM dan penyedia jasa pariwisata lokal. Potensi pariwisata Indonesia tidak hanya terbatas pada destinasi tertentu, tetapi juga dimulai dari tingkat desa. Kementerian terus mengembangkan desa wisata dan mendorong kegiatan ekonomi berbasis pariwisata di seluruh Indonesia untuk pemerataan manfaat ekonomi.
Ketiga, mengembangkan pariwisata berkualitas tinggi. Kementerian mendorong pelaku usaha pariwisata di semua destinasi untuk mengejar kualitas pengalaman wisata yang menarik pengeluaran wisata yang lebih tinggi, bukan hanya mengejar jumlah kunjungan. Program andalan Pariwisata Naik Kelas, yang fokus pada sektor maritim, gastronomi, dan wellness, menjadi contoh potensi Indonesia dalam hal ini.
Menparekraf optimistis langkah-langkah ini akan mendukung perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal dan menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama di kancah global. Dengan mengembangkan potensi pariwisata secara menyeluruh dan berkelanjutan, Indonesia dapat menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih kuat dan mengurangi ketergantungan pada sektor ekspor yang rentan terhadap kebijakan proteksionis negara lain. Hal ini juga akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah melalui pemerataan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.
- Pengembangan Destinasi Pariwisata: Fokus pada peningkatan kualitas destinasi wisata di seluruh Indonesia, bukan hanya di daerah-daerah yang sudah populer.
- Penguatan UMKM Pariwisata: Memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja.
- Pariwisata Berkualitas Tinggi: Menawarkan pengalaman wisata yang unik dan bernilai tinggi untuk menarik wisatawan yang bersedia mengeluarkan biaya lebih besar.
Dengan strategi yang komprehensif ini, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi pilar ekonomi Indonesia yang tangguh dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.