Pasokan Ikan Segar di Pangkalpinang Menurun, Harga Melonjak Tajam Usai Lebaran
Menjelang akhir libur Lebaran, pasokan ikan segar di Pasar Pangkalpinang menurun drastis, menyebabkan harga sejumlah jenis ikan naik signifikan.

Masyarakat Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, merasakan dampak langsung dari penurunan pasokan ikan segar di sejumlah pasar tradisional. Kenaikan harga beberapa jenis ikan terjadi setelah perayaan Idul Fitri 1444 H, akibat banyaknya nelayan yang masih berlibur dan belum kembali melaut. Situasi ini berdampak pada harga jual ikan yang meroket, membuat sebagian warga harus merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menjelaskan bahwa kurangnya pasokan ikan di Pasar Pagi dan Pasar Ratu Tunggal disebabkan oleh sebagian besar nelayan yang masih menikmati libur Lebaran. "Saat ini banyak nelayan belum melaut, karena masih merayakan Lebaran Idul Fitri," ungkap Yiyi Zilaida Dwitri dalam keterangannya di Pangkalpinang, Minggu.
Kondisi cuaca buruk di perairan juga menjadi faktor penyebab berkurangnya pasokan ikan. Nelayan memilih untuk tidak melaut demi keselamatan dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Permintaan ikan yang meningkat seiring pergeseran menu makanan masyarakat dari menu lebaran ke menu berbasis laut semakin memperparah situasi.
Harga Ikan Melonjak Signifikan
Dampak langsung dari penurunan pasokan ikan adalah lonjakan harga yang cukup signifikan. Ikan kembung misalnya, kini dijual dengan harga Rp60.000 per kilogram, naik dari harga normal Rp40.000 per kilogram. Ikan tongkol juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp36.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan bandeng naik menjadi Rp25.000 per kilogram dari Rp20.000 per kilogram.
Kenaikan harga ini dipicu oleh interaksi antara permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas. "Kenaikan harga ikan ini wajar, karena pasokan ikan nelayan kurang sementara permintaan ikan ini meningkat," jelas Yiyi Zilaida Dwitri. Ia menambahkan bahwa masyarakat cenderung beralih dari menu daging khas lebaran ke sajian seafood setelah perayaan Idul Fitri.
Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap agar para nelayan segera kembali melaut setelah masa libur Lebaran berakhir. Hal ini diharapkan dapat mengembalikan pasokan ikan ke kondisi normal dan menstabilkan harga jual di pasaran.
Antisipasi Pemerintah Kota Pangkalpinang
Meskipun kenaikan harga ikan dianggap wajar akibat faktor pasokan dan permintaan, Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi permasalahan ini. Peningkatan koordinasi dengan nelayan dan asosiasi nelayan setempat dapat dilakukan untuk memastikan pasokan ikan tetap terjaga, terutama pada momen-momen tertentu seperti setelah perayaan hari besar keagamaan.
Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan untuk menyediakan stok ikan alternatif atau melakukan impor ikan dari daerah lain sebagai langkah penanggulangan sementara. Langkah-langkah ini diperlukan untuk memastikan ketersediaan ikan bagi masyarakat dan mencegah fluktuasi harga yang terlalu signifikan di masa mendatang.
Pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami situasi dan tidak panik membeli ikan. Sosialisasi dapat dilakukan melalui berbagai media, termasuk media sosial dan media massa lokal.
Harapan untuk Ke Depan
Yiyi Zilaida Dwitri berharap kondisi cuaca di perairan segera membaik sehingga nelayan dapat kembali beraktivitas dengan aman. "Mudah-mudahan kondisi cuaca di perairan kembali tenang, sehingga nelayan kembali beraktivitas mencari ikan di tengah laut," harapnya. Dengan demikian, pasokan ikan akan kembali normal dan harga dapat kembali stabil.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi permasalahan ini. Dengan demikian, ketersediaan ikan segar di pasar tradisional Pangkalpinang dapat terjamin dan masyarakat dapat menikmati sajian laut dengan harga yang terjangkau.