Harga Ikan Naik di Makassar Pasca Lebaran, Tapi Kebutuhan Pokok Lainnya Stabil
Harga ikan di Pasar Pannampu Makassar naik pasca Lebaran, sementara harga kebutuhan pokok lain seperti beras, minyak, dan sayur tetap stabil.

Makassar, 3 April 2025 - Pasca Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 M, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami sedikit perubahan dinamika harga kebutuhan pokok. Harga ikan di Pasar Pannampu mengalami kenaikan, sementara harga barang kebutuhan pokok lainnya tetap stabil. Kenaikan harga ikan ini terjadi terutama pada jenis ikan kembung, yang kini dijual dengan ukuran lebih kecil dan jumlah lebih sedikit dengan harga yang sama.
Imma, seorang pembeli di Pasar Pannampu, mengungkapkan bahwa biasanya ia bisa membeli enam ekor ikan kembung ukuran sedang seharga Rp20.000. Namun, setelah Lebaran, ia hanya mendapatkan empat ekor ikan kembung dengan ukuran lebih kecil dengan harga yang sama. "Secara harga memang tetap sama seperti sebelum Ramadhan, yakni Rp20.000. Hanya saja ukuran dan jumlahnya yang dikurangi," ujarnya.
Keterbatasan pasokan ikan di pasar juga turut menjadi faktor penyebab kenaikan harga ini. Imma menjelaskan bahwa hal ini merupakan kondisi yang umum terjadi pasca Lebaran, di mana nelayan masih fokus bersilaturahmi dengan keluarga dan belum banyak yang melaut. "Biasanya setelah lebaran, ikan yang ada di pasar-pasar masih sedikit dan terbatas. Makanya kita sebagai pembeli juga mau tidak mau membeli yang ada saja," tambahnya.
Harga Ikan Kembung Naik, Ukuran Lebih Kecil
Kenaikan harga ikan kembung di Pasar Pannampu menjadi sorotan utama pasca Lebaran. Meskipun harga nominal tetap, penurunan jumlah dan ukuran ikan yang didapatkan pembeli menunjukkan adanya peningkatan harga efektif. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sementara waktu hingga pasokan ikan kembali normal.
Para pedagang di Pasar Pannampu juga mengakui adanya keterbatasan pasokan ikan. Mereka menjelaskan bahwa aktivitas penangkapan ikan belum pulih sepenuhnya setelah libur Lebaran. Kondisi ini menyebabkan harga ikan, khususnya ikan kembung, mengalami sedikit kenaikan.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah untuk memastikan stabilitas pasokan ikan di pasar tradisional. Hal ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah kenaikan harga yang terlalu signifikan.
Kebutuhan Pokok Lainnya Tetap Stabil
Berbeda dengan harga ikan, harga kebutuhan pokok lainnya di Makassar dilaporkan masih stabil. Komoditas seperti minyak goreng, beras, dan sayur-mayur masih dijual dengan harga normal seperti sebelum Lebaran. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat di tengah kenaikan harga ikan.
Imma, sebagai contoh, menyebutkan bahwa ia masih bisa membeli sayur sawi dengan harga Rp5.000 per ikat, harga yang sama seperti sebelum Lebaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan kebutuhan pokok lainnya masih cukup memadai.
Stabilitas harga kebutuhan pokok ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di Sulawesi Selatan cukup efektif, setidaknya untuk komoditas selain ikan. Namun, pemantauan harga tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Pemantauan Harga Sebelum Lebaran
Sebelum Lebaran, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Makassar. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Forkopimda mengunjungi Pasar Terong untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pangan.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menilai harga bahan pokok secara umum masih stabil. Rempah-rempah, sayuran, dan daging masih dijual dengan harga yang wajar. Namun, ditemukan juga kenaikan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp75.000 per kilogram.
Pemantauan harga ini merupakan langkah penting untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Pemerintah diharapkan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.
Meskipun harga ikan mengalami sedikit kenaikan di Makassar pasca Lebaran, harga kebutuhan pokok lainnya tetap stabil. Pemerintah daerah terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.