Pembegal Payudara Pesanggrahan Beraksi Tiga Kali, Terancam 9 Tahun Penjara
Seorang pria berinisial BS (30) ditangkap karena telah tiga kali melakukan pembegalan payudara di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dan terancam hukuman penjara hingga 9 tahun.

Jakarta, 25 Februari 2024 - Seorang pria berinisial BS (30) telah ditangkap oleh pihak kepolisian terkait kasus pembegalan payudara yang terjadi di Jalan Swadarma 2, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kejadian ini mengungkap fakta mengejutkan bahwa BS telah melakukan aksi serupa sebanyak tiga kali sejak awal tahun 2024. Penangkapan BS berhasil dilakukan pada Senin (24/2) di rumah kontrakannya setelah polisi melakukan penyelidikan intensif menggunakan metode scientific crime investigation.
Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, dalam keterangannya kepada wartawan pada Selasa (25/2), menjelaskan kronologi penangkapan dan rincian aksi pelaku. "Pelaku menjalankan aksinya sudah tiga kali," ujar AKP Seala. Ketiga aksi tersebut terjadi pada Minggu (1/12/2024) di Jalan Kampung Baru 5 Ulujami, Rabu (4/12/2024) di Jalan Kampung Baru 3 Ulujami, dan Kamis (20/2) di Jalan Swadarma Utara 2, Ulujami. Polisi berhasil melacak keberadaan BS melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Metode scientific crime investigation yang digunakan polisi terbukti efektif dalam mengungkap kasus ini. Metode ini melibatkan berbagai disiplin ilmu untuk menganalisis bukti dan jejak kejahatan secara ilmiah. Berkat metode ini, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku dengan cepat dan tepat.
Tiga Korban Alami Trauma
Dalam aksinya, BS telah menjaring tiga korban, yakni AM (20), AG (22), dan NAP (14). Ketiga korban merupakan perempuan yang sedang berjalan kaki ketika menjadi sasaran aksi pelaku. BS mengaku melakukan aksinya secara spontan, didorong oleh hasrat nafsu. "Pelaku mengakui ingin melampiaskan hasrat nafsunya sebagai seorang laki-laki," ungkap AKP Seala. Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan klinis untuk memastikan apakah pelaku memiliki kelainan psikologis.
AKP Seala menambahkan, "Kalau dalam kriminologi (begal payudara) itu bisa disebut sebagai penyimpangan." Kejadian ini telah menimbulkan trauma mendalam bagi para korban. "Tentunya atas kejadian ini, ada trauma tersendiri dari para korban," kata AKP Seala. Saat ini, pihak kepolisian tengah memberikan pendampingan dan dukungan kepada para korban untuk mengatasi trauma yang dialami.
Sebagai informasi, metode scientific crime investigation merupakan pendekatan ilmiah dalam penyelidikan kriminal. Metode ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu, seperti forensik, psikologi, dan teknologi informasi, untuk menganalisis bukti dan mengungkap kejahatan secara efektif. Penggunaan metode ini menunjukkan komitmen polisi dalam menangani kasus kejahatan secara profesional dan modern.
Ancaman Hukuman Penjara
Atas perbuatannya, BS disangkakan Pasal 289 KUHP Jo Pasal 76 UU Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Tindak Pidana Asusila. Ancaman hukuman yang dihadapi BS cukup berat, yaitu penjara paling lama 9 tahun. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kejahatan dan melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib.
Penangkapan BS diharapkan dapat memberikan rasa aman dan keadilan bagi para korban dan masyarakat. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melaporkan setiap kejadian serupa kepada pihak berwajib agar pelaku kejahatan dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Keberhasilan pengungkapan kasus ini juga menjadi bukti efektifitas metode scientific crime investigation dalam memecahkan kasus kejahatan.
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana metode ilmiah dapat digunakan untuk mengungkap kejahatan dan memberikan keadilan bagi korban. Semoga kasus ini juga dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas.