Pemkab Morowali Percepat Penanganan Krisis Listrik, Targetkan Tiga Kecamatan Tersambung Akhir Maret
Pemerintah Kabupaten Morowali berupaya percepat penanganan krisis listrik di sejumlah wilayah, terutama di Kecamatan Bahodopi, dengan koordinasi bersama PLN dan pemerintah provinsi.

Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tengah berjuang keras mengatasi krisis listrik yang melanda beberapa wilayahnya. Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, mengungkapkan bahwa permasalahan listrik di Kecamatan Bahodopi, salah satunya disebabkan oleh banyaknya pihak yang terlibat dalam penanganannya. Upaya percepatan penyelesaian masalah ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya di daerah industri seperti Bahodopi.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Morowali telah merumuskan langkah-langkah konkret untuk mengatasi krisis listrik. Bupati Iksan menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan ini yang selama ini menghambat pembangunan dan perekonomian daerah. Langkah-langkah tersebut melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan PLN.
Tidak hanya fokus di Bahodopi, Pemkab Morowali juga menargetkan penyelesaian masalah listrik di beberapa kecamatan lainnya. Setelah Lebaran, Bupati Iksan berencana mengunjungi Manado untuk membahas kelistrikan di wilayah kepulauan. Sementara itu, penanganan kelistrikan di Bahodopi akan dikoordinasikan dengan Kota Palu, dan masalah SUTET di Kecamatan Bungku Tengah akan ditangani di Makassar.
Langkah Konkret Pemkab Morowali Atasi Krisis Listrik
Pemkab Morowali menargetkan tiga kecamatan menikmati pasokan listrik dalam waktu dekat. Kecamatan Wita Ponda, Bumi Raya, dan Bungku Barat dijadwalkan tersambung listrik pada 28 Maret 2024. Sedangkan untuk Kecamatan Bungku Tengah, target penyelesaiannya dijadwalkan pada Oktober 2024. Jika terdapat kendala, Pemkab Morowali akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari solusi.
Koordinasi dengan pihak PLN juga menjadi kunci dalam percepatan penyelesaian masalah ini. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, telah melakukan pertemuan dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi Suluttenggo untuk membahas perluasan akses listrik di seluruh Sulawesi Tengah. Pertemuan tersebut melibatkan tiga General Manager PLN, yaitu GM Jaringan, GM Pembangkit Listrik, dan GM Pemasaran.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kehidupan masyarakat. Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya koordinasi ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik yang stabil dan terhindar dari krisis listrik berkepanjangan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemkab Morowali untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.
Koordinasi Antar Instansi Kunci Percepatan Pembangunan Kelistrikan
Koordinasi yang erat antara Pemkab Morowali, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, dan PLN menjadi kunci keberhasilan dalam percepatan penanganan krisis listrik. Dengan adanya komitmen bersama dan langkah-langkah konkret yang telah disusun, diharapkan masalah kelistrikan di Morowali dapat segera teratasi. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Morowali.
Bupati Iksan Baharuddin Abdul Rauf menegaskan kembali komitmennya untuk terus berupaya menyelesaikan masalah kelistrikan di Morowali. Beliau menekankan pentingnya kerjasama dan koordinasi yang baik antar instansi terkait untuk mencapai target penyelesaian masalah kelistrikan di Morowali. Keberhasilan ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur kelistrikan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah. Dengan akses listrik yang stabil dan merata, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Morowali. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan akses listrik bagi seluruh masyarakat Morowali.
"Setelah Lebaran, saya akan ke Manado untuk mengurus kelistrikan di wilayah kepulauan," ujar Bupati Iksan.
"Saya sudah mengundang tiga General Manager (GM) PLN, yaitu GM Jaringan, GM Pembangkit Listrik, dan GM Pemasaran untuk duduk bersama membahas masalah kelistrikan di Morowali dan Morowali Utara," ujar Gubernur Anwar Hafid.
Pembangunan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyangkut kehidupan masyarakat agar mereka tidak terus-menerus mengalami krisis listrik.