Pemkot Bandarlampung dan Baznas Salurkan 80 Ribu Kg Beras untuk Warga Jelang Lebaran
Pemerintah Kota Bandarlampung bersama Baznas menyalurkan 80.000 kg beras kepada warga kurang mampu sebagai bantuan menjelang Idul Fitri 1444 H, dengan penyaluran melalui jalur berbeda.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandarlampung telah menyalurkan bantuan beras sebanyak 80.000 kilogram kepada warga kurang mampu di Kota Bandarlampung. Penyaluran bantuan ini dilakukan menjelang perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah untuk membantu meringankan beban masyarakat. Bantuan ini disalurkan pada Jumat, 21 Maret 2024, di 20 kecamatan yang ada di Kota Bandarlampung.
Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, secara langsung memimpin penyaluran bantuan beras tersebut. "Hari ini kami bersama Baznas menyalurkan beras untuk warga. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah," ungkap Wali Kota Eva Dwiana. Beras yang disalurkan dikemas dalam ukuran 5 kilogram per paket, ditujukan bagi warga yang dianggap berhak menerimanya.
Pemkot Bandarlampung berencana untuk melakukan penyaluran bantuan beras serupa dalam waktu dekat. "Ini beras dari Baznas. Nanti dalam waktu dekat kami juga akan membantu warga menyalurkan beras dengan total yang sama dengan Baznas," tambah Eva Dwiana. Namun, data penerima bantuan dari Pemkot akan berbeda dengan data penerima bantuan dari Baznas, dengan penyaluran yang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat.
Penyaluran Beras Baznas Bandarlampung
Kepala Baznas Kota Bandarlampung, Shaleh Ismail, menjelaskan bahwa penyaluran beras 80.000 kilogram tersebut diberikan kepada mustahik, atau mereka yang berhak menerima zakat. "Kami tidak mempunyai kriteria dalam penyaluran zakat berupa beras tersebut, terpenting adalah orang yang berhak mendapatkannya. 80 ribu kilogram itu kami berikan kepada mustahik," jelas Shaleh Ismail. Hal ini menunjukkan komitmen Baznas dalam mendistribusikan zakat secara tepat sasaran kepada yang membutuhkan.
Proses penyaluran beras dari Baznas Bandarlampung dilakukan dengan memperhatikan kriteria penerima zakat. Meskipun tidak dijelaskan secara detail kriteria tersebut, dipastikan bahwa penyalurannya tepat sasaran kepada mereka yang berhak. Hal ini menunjukkan transparansi dan akuntabilitas Baznas dalam mengelola dan mendistribusikan zakat.
Dengan adanya kerjasama antara Pemkot Bandarlampung dan Baznas, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kota Bandarlampung, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri. Bantuan ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah dan lembaga zakat terhadap kesejahteraan masyarakat.
Data Penerima Bantuan Beras
Walaupun kedua lembaga menyalurkan bantuan beras dengan jumlah yang sama, data penerima bantuan dari Pemkot Bandarlampung dan Baznas berbeda. Pemkot Bandarlampung akan menggunakan data dari Dinas Sosial, sementara Baznas menggunakan data penerima zakat yang telah terdaftar. Perbedaan data ini memastikan jangkauan bantuan yang lebih luas dan merata kepada masyarakat yang membutuhkan.
Proses pendataan yang berbeda ini juga memastikan agar bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran. Dengan demikian, bantuan beras dapat sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya tanpa adanya duplikasi. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antara Pemkot Bandarlampung dan Baznas dalam penyaluran bantuan.
Sistem penyaluran bantuan yang terencana dan terkoordinasi ini menjamin efisiensi dan efektivitas penyaluran bantuan. Dengan adanya perbedaan data dan jalur penyaluran, bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Kerjasama ini menjadi contoh sinergi yang baik antara pemerintah dan lembaga zakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penyaluran bantuan beras ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemkot Bandarlampung dan Baznas dalam membantu masyarakat kurang mampu. Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program bantuan sosial yang terencana dan terkoordinasi dengan baik.