Pemprov Sulteng dan Pemkab Touna Kolaborasi Bangun Instalasi Air Bersih di Batudaka
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Tojo Una-Una berkolaborasi membangun instalasi air minum dan air bersih di Kecamatan Batudaka untuk mengatasi permasalahan keterbatasan akses air bersih.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) resmi bekerja sama membangun instalasi air minum dan air bersih di Kecamatan Batudaka. Kolaborasi ini diumumkan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, di Palu pada Kamis, 27 Maret 2024. Langkah ini diambil sebagai solusi atas permasalahan keterbatasan akses air bersih yang dialami masyarakat Batudaka.
Gubernur Anwar Hafid menjelaskan bahwa kesepakatan kolaborasi ini tercapai setelah melalui diskusi panjang dengan pemerintah daerah Kabupaten Touna. Pemprov Sulteng akan mendukung penuh Pemkab Touna dalam pembangunan instalasi ini, mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian proyek. "Setelah berbincang panjang bersama pemerintah daerah, kami sepakat pemerintah provinsi akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una," kata Gubernur Anwar Hafid.
Pembangunan instalasi air bersih ini diharapkan mampu memberikan akses air bersih bagi masyarakat Batudaka secara merata dan berkelanjutan. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulteng dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.
Tahapan Pembangunan Instalasi Air Bersih
Gubernur Anwar Hafid memaparkan tahapan pembangunan instalasi air bersih di Kecamatan Batudaka. Tahap awal yang akan dilakukan adalah penyelesaian seluruh perencanaan, termasuk feasibility study dan kajian kelayakan lingkungan. Selain itu, potensi masalah lahan yang mungkin terdampak proyek juga akan diantisipasi sejak dini. "Perencanaan pembangunan akan ditargetkan selesai tahun ini, dan pembangunan instalasi air bersih tersebut akan dimulai pada 2025-2026," ujarnya.
Proses perencanaan yang matang dan komprehensif ini bertujuan untuk memastikan pembangunan instalasi air bersih berjalan efektif dan efisien. Dengan demikian, diharapkan instalasi ini dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Batudaka.
Pemprov Sulteng berkomitmen untuk menyelesaikan semua tahapan perencanaan dengan tepat waktu agar pembangunan instalasi air bersih dapat dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kolaborasi yang baik antara Pemprov Sulteng dan Pemkab Touna diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan ini.
Program Berani Menyala: Akses Air Bersih untuk Semua
Kolaborasi ini sejalan dengan salah satu program unggulan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A Lamadjido, yaitu program "Berani Menyala". Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh desa di Sulawesi Tengah memiliki akses terhadap listrik, air bersih, dan layanan internet. Program ini difokuskan untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang selama ini masih kesulitan mengakses kebutuhan dasar tersebut.
Dengan adanya program "Berani Menyala", diharapkan kesenjangan akses terhadap infrastruktur dasar di Sulawesi Tengah dapat diatasi. Pembangunan instalasi air bersih di Batudaka merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Sulteng dalam mewujudkan akses air bersih untuk semua masyarakat, tanpa terkecuali.
Melalui program ini, Pemprov Sulteng berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil dengan menyediakan akses terhadap kebutuhan dasar yang layak. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pembangunan instalasi air bersih di Kecamatan Batudaka diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Tengah dalam mengatasi permasalahan keterbatasan akses air bersih. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan akses air bersih untuk semua.
Harapan untuk Solusi Jangka Panjang
Gubernur Anwar Hafid berharap kolaborasi antara Pemprov Sulteng dan Pemkab Touna ini akan memberikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih. "Kami akan berusaha bekerja sebaik mungkin agar persoalan air minum ini bisa segera teratasi," katanya.