Pertamina Pastikan Stok 1,6 Juta Tabung Gas LPG 3 Kg Aman di Sulawesi Tenggara Selama Ramadhan
PT Pertamina menjamin ketersediaan 1,6 juta tabung gas LPG 3 kg di Sulawesi Tenggara selama Ramadhan dan Idul Fitri untuk mencegah kelangkaan dan menjamin harga tetap Rp20.000.

PT Pertamina memastikan ketersediaan gas LPG 3 kilogram di Sulawesi Tenggara (Sultra) aman selama Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H/2025 M. Sebanyak 1,6 juta tabung gas LPG 3 kg telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra. Hal ini disampaikan langsung oleh Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi, Doddy Angriawan, di Kendari pada Selasa, 25 Februari 2025.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi lonjakan permintaan gas LPG selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Pertamina melakukan pemantauan ketat terhadap stok dan distribusi gas LPG di seluruh wilayah Sultra untuk memastikan pasokan tetap lancar dan terjangkau. Pemerintah daerah pun turut berpartisipasi dalam pengawasan distribusi gas bersubsidi ini.
Ketersediaan gas LPG yang memadai ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di pasaran. Pertamina berkomitmen untuk memastikan masyarakat Sultra dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir akan kesulitan mendapatkan gas LPG.
Stok Gas LPG 3 Kg di Sultra Aman hingga Lebaran
Doddy Angriawan menjelaskan bahwa angka 1,6 juta tabung gas LPG 3 kg merupakan perkiraan kebutuhan hingga Idul Fitri. Pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penambahan alokasi jika diperlukan. "Mendekati lebaran kita akan evaluasi dan akan menambahkan alokasi lagi, yang jumlahnya akan kita evaluasi lagi," ujarnya. Pertamina memastikan akan selalu memantau kebutuhan di lapangan dan melakukan penyesuaian pasokan agar tetap mencukupi.
Pertamina juga telah menerapkan sistem aplikasi untuk memantau pembelian gas subsidi. Sistem ini memastikan hanya masyarakat yang berhak yang mendapatkan gas subsidi dengan harga Rp20.000. Pembeli akan dicek identitasnya melalui KTP untuk memastikan terdaftar dalam sistem dan tinggal di sekitar pangkalan gas.
Dengan adanya sistem ini, diharapkan penyaluran gas LPG 3 kg tepat sasaran dan mencegah penyalahgunaan. Hal ini juga merupakan upaya untuk memastikan harga gas LPG tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sultra juga turut memantau distribusi gas LPG ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung bersama Pertamina untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan harga tetap sesuai aturan.
Distribusi dan Pengawasan Gas LPG
Proses pengawasan yang dilakukan bersama antara pemerintah dan Pertamina ini menjamin distribusi gas LPG 3 kg berjalan lancar dan terkendali. "Makanya kita lakukan pemantauan seperti ini supaya memastikan distribusi ini dan juga bagaimana mekanisme pasar yang jalan," jelas Asrun Lio. Kerjasama ini memastikan ketersediaan dan aksesibilitas gas LPG bagi masyarakat Sultra selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengevaluasi kebutuhan gas LPG di lapangan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pasokan gas LPG 3 kg tetap aman dan tercukupi hingga Idul Fitri. Dengan demikian, masyarakat Sultra dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.
Selain itu, upaya transparansi dan pengawasan yang dilakukan bersama pemerintah daerah diharapkan dapat mencegah praktik-praktik ilegal dan memastikan gas LPG subsidi tepat sasaran. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.
Dengan adanya jaminan pasokan dan pengawasan yang ketat, diharapkan masyarakat Sultra tidak perlu khawatir akan kekurangan gas LPG selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pertamina dan pemerintah daerah berkomitmen untuk bekerja sama dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.