PLN NTB Siap Siaga Listrik Ramadhan 2025: 1.957 Personel Jaga Kestabilan Jaringan
PLN NTB kerahkan 1.957 personel, 93 unit peralatan, dan 326 kendaraan untuk memastikan pasokan listrik andal selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025.

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapannya dalam menjaga pasokan listrik selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah atau 2025 Masehi. Sebanyak 1.957 personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memastikan kelancaran ibadah umat Muslim di NTB. Persiapan ini meliputi penyiapan personel, peralatan, dan infrastruktur pendukung guna menjamin pasokan listrik yang stabil dan handal.
General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyatakan bahwa personel yang disiagakan terdiri dari 845 petugas PLN dan 1.112 tenaga alih daya serta mitra kerja. "Mereka ini yang nantinya akan bertugas memantau dan merespons cepat jika terjadi gangguan listrik selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri" ujar Sudjarwo dalam keterangan resminya di Mataram, Kamis (27/2).
Selain kesiapan personel, PLN NTB juga telah menyiapkan berbagai dukungan teknis lainnya. Persiapan tersebut termasuk 93 unit peralatan pendukung, 326 unit kendaraan operasional, dan material cadangan yang cukup untuk mengatasi berbagai potensi gangguan listrik. PLN memastikan telah mempersiapkan segala kebutuhan teknis dan nonteknis untuk menjamin pasokan listrik tetap stabil selama periode tersebut.
Personel Tersebar Strategis, Antisipasi Lonjakan Beban
Sebanyak 1.957 personel yang disiagakan akan tersebar di berbagai titik strategis di NTB. Lokasi-lokasi tersebut meliputi gardu induk, pusat pembangkit listrik, dan lokasi-lokasi penting lainnya yang dinilai rawan gangguan. Penempatan personel yang strategis ini bertujuan untuk mempercepat respon terhadap setiap potensi gangguan dan meminimalisir dampaknya terhadap masyarakat.
PLN memprediksi sistem kelistrikan di Lombok dan Tambora (Sumbawa) akan tetap normal selama Ramadhan dan Idul Fitri. Di wilayah Lombok, beban puncak listrik diperkirakan mencapai 335 MW pada Hari Raya Idul Fitri, sementara daya mampu pasok mencapai 403 MW dengan cadangan operasi 68 MW. Kondisi ini menunjukkan adanya cadangan daya yang cukup signifikan.
Untuk wilayah Tambora (Sumbawa), beban puncak diproyeksikan sebesar 135,61 MW dengan daya mampu pasok 156,61 MW dan cadangan operasi 21 MW. Dengan cadangan operasi yang memadai di kedua wilayah tersebut, PLN optimistis mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat NTB selama periode siaga.
Apel Siaga dan Imbauan Bijak Gunakan Listrik
Sebagai bentuk komitmen dan kesiapan, PLN menggelar apel siaga kelistrikan secara serentak di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada Kamis (27/2). Dalam apel tersebut, Sudjarwo menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi seluruh personel yang bertugas. "Kami mengingatkan seluruh personel untuk selalu menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Tidak hanya pasokan listrik yang harus aman, tetapi seluruh petugas juga harus bekerja dengan sehat dan selamat," tegas Sudjarwo.
Selain apel siaga, PLN juga melakukan berbagai persiapan lain, seperti pemeliharaan rutin infrastruktur kelistrikan, pengecekan berkala peralatan, dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. PLN juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik, terutama pada waktu-waktu puncak seperti menjelang buka puasa dan setelah sholat Tarawih.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, PLN telah menyiapkan 164 posko siaga keandalan yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Posko-posko ini beroperasi selama 24 jam penuh untuk memastikan respons cepat terhadap setiap gangguan listrik yang mungkin terjadi. Masyarakat juga dapat mengakses informasi terkait layanan listrik melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk informasi mengenai lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PLN NTB optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan listrik selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025. Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan mendukung kelancaran ibadah bagi seluruh masyarakat NTB.