Polisi Aceh Ungkap Eksploitasi Minyak Ilegal di Aceh Utara
Polisi di Aceh Utara menangkap seorang nelayan yang mengeksploitasi sumur minyak ilegal dan menyita ribuan liter minyak mentah hasil eksploitasinya, kini pelaku terancam hukuman 6 tahun penjara atau denda 60 Miliar Rupiah.

Petugas kepolisian berhasil mengungkap kasus eksploitasi minyak mentah ilegal di Aceh Utara. Seorang nelayan berinisial B (45) ditangkap di lokasi kejadian, Gampong Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, pada Jumat, 17 Januari 2024. Penangkapan ini berkat informasi dari warga yang melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi.
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Yudha Prastya, menjelaskan bahwa pelaku melakukan penggalian sumur minyak menggunakan mesin bor. Minyak mentah yang dihasilkan kemudian dipindahkan ke tangki fiber untuk dijual. Aktivitas ilegal ini, menurut keterangan polisi, telah berlangsung selama kurang lebih dua minggu.
Barang bukti yang diamankan cukup banyak. Polisi menyita empat tangki fiber berisi empat ribu liter minyak mentah, lima batang pipa besi, satu unit mesin pompa air, tiga mata bor, dan satu gulung selang. Jumlah minyak yang disita cukup signifikan dan menunjukkan skala operasi yang tak kecil.
Pelaku, yang mengaku telah melakukan eksploitasi minyak ilegal, kini ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Ia dijerat dengan Pasal 52 juncto Pasal 40 angka 7 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Pasal tersebut mengatur larangan eksplorasi dan eksploitasi minyak tanpa izin.
Ancaman hukuman yang dihadapi pelaku cukup berat. Berdasarkan Undang-Undang tersebut, pelaku terancam pidana penjara maksimal enam tahun atau denda maksimal Rp60 miliar. Besarnya ancaman hukuman ini diharapkan dapat memberikan efek jera.
Kasus ini menjadi sorotan penting karena menunjukkan adanya aktivitas ilegal yang merugikan negara. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar guna mencegah tindakan serupa terjadi lagi.
Polisi juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap potensi eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. Langkah-langkah pencegahan yang lebih komprehensif diperlukan untuk memastikan eksploitasi sumber daya alam dilakukan sesuai peraturan yang berlaku dan tidak merugikan negara. Kejadian ini menunjukan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan aparat penegak hukum dalam menjaga sumber daya alam Indonesia.