Polres Pelabuhan Makassar Perketat Pengawasan di Pelabuhan Paotere Selama Mudik Lebaran
Satbinmas Polres Pelabuhan Makassar meningkatkan pengawasan di Pelabuhan Paotere untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, terutama karena lonjakan signifikan jumlah pemudik.

Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Makassar meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Paotere selama periode mudik dan balik Lebaran. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus transportasi laut yang mengalami peningkatan signifikan selama periode tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kasat Binmas Polres Pelabuhan Makassar, AKP Rajmah, pada Sabtu lalu di Makassar.
Peningkatan pengawasan ini difokuskan pada Pelabuhan Paotere, mengingat pelabuhan tradisional ini menjadi salah satu titik utama arus mudik dan balik Lebaran di Makassar. Lonjakan jumlah pemudik yang menggunakan jasa transportasi laut di pelabuhan ini menuntut pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
AKP Rajmah beserta personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Pelabuhan Makassar langsung terjun ke lapangan untuk memantau situasi di Pelabuhan Paotere. Mereka tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pemudik dan membantu warga yang baru turun dari kapal. Kehadiran polisi diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
Pengawasan Ketat untuk Keamanan Pemudik
Pengawasan yang dilakukan Satbinmas Polres Pelabuhan Makassar meliputi berbagai aspek. Petugas secara intensif memantau aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Paotere, memastikan kelancaran arus lalu lintas kapal dan mencegah terjadinya pelanggaran aturan keselamatan pelayaran. Petugas juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan para pemudik.
AKP Rajmah menekankan pentingnya keselamatan para pemudik. "Kami ingin memastikan seluruh aktivitas mudik dan balik berjalan aman dan kondusif, karena masih banyak masyarakat bergantung pada kapal tradisional sebagai sarana transportasi utama," ujarnya. Imbauan untuk selalu waspada terhadap barang bawaan dan mewaspadai kondisi cuaca buruk juga disampaikan kepada para pemudik.
Selain itu, petugas juga mengingatkan para pengelola kapal untuk selalu memprioritaskan keselamatan penumpang. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut dan memastikan perjalanan mudik dan balik tetap aman. Pengawasan yang ketat ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan dan gangguan keamanan selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Imbauan Keselamatan dan Pencegahan Gangguan Kamtibmas
Dalam kegiatan pengawasannya, Satbinmas Polres Pelabuhan Makassar juga memberikan imbauan kepada para pemudik agar selalu waspada dan berhati-hati selama perjalanan. Petugas mengingatkan pentingnya menjaga barang bawaan agar tidak hilang atau dicuri, serta selalu memperhatikan rambu-rambu keselamatan di pelabuhan dan di atas kapal.
Imbauan untuk mematuhi aturan keselamatan dan arahan dari syahbandar juga disampaikan. Kondisi cuaca yang buruk juga menjadi perhatian khusus, sehingga para pemudik diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan mengikuti arahan petugas jika diperlukan. Tujuan utama dari pengawasan ini adalah untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi para pemudik.
Polres Pelabuhan Makassar berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Pelabuhan Paotere. Pengawasan ketat yang dilakukan diharapkan dapat mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dan memastikan mobilitas warga di kawasan pelabuhan tetap aman dan lancar selama periode mudik dan balik Lebaran. Dengan demikian, para pemudik dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman.
Upaya Polres Pelabuhan Makassar ini menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama periode mudik dan balik Lebaran. Pengawasan yang intensif dan imbauan yang disampaikan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang menggunakan Pelabuhan Paotere sebagai jalur transportasi utamanya.