Prabowo: BPI Danantara Terapkan Manajemen Internasional, Kelola Aset BUMN Rp13.000 Triliun
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menerapkan manajemen investasi berstandar internasional untuk mengelola aset BUMN senilai lebih dari US$ 900 miliar.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah besar pemerintah dalam pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Pengumuman ini disampaikan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/3). BPI Danantara akan mengelola aset BUMN senilai lebih dari US$ 900 miliar atau setara lebih dari Rp13.000 triliun (asumsi kurs Rp14.000/US$), dengan proyeksi dana awal mencapai US$ 20 miliar. Langkah ini dinilai sebagai terobosan signifikan dalam optimalisasi aset negara untuk proyek-proyek strategis jangka panjang.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan penerapan manajemen berstandar internasional dalam pengelolaan BPI Danantara. Hal ini akan dicapai dengan melibatkan sejumlah tokoh internasional berpengalaman sebagai penasihat. "Saya yakin manajemen semua aset di bawah Danantara akan lebih baik karena kita akan pakai manajemen yang berstandar internasional. Juga dengan beberapa penasihat-penasihat tingkat internasional, kita ingin mengajak," ujar Presiden Prabowo.
Kehadiran tokoh-tokoh internasional seperti investor asal Amerika Serikat Ray Dalio dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair sebagai Dewan Penasihat, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menerapkan praktik pengelolaan aset terbaik. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan kekayaan negara.
Manajemen Internasional dan Transparansi
Presiden Prabowo menyadari bahwa pengelolaan aset BUMN yang begitu besar membutuhkan manajemen yang handal dan transparan. Oleh karena itu, penerapan standar internasional menjadi kunci keberhasilan BPI Danantara. Dengan melibatkan pakar internasional, diharapkan pengelolaan aset negara dapat dilakukan secara profesional dan sesuai dengan praktik terbaik di dunia.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengambilan keputusan. "Kalau perlu keputusan-keputusan itu diambil secara hati-hati dan kalau perlu, tidak perlu terlalu cepat. Ini adalah kekayaan anak dan cucu kita. Harus dijaga dengan baik," tegas Presiden Prabowo. Pengawasan yang berlapis dan akuntabilitas yang tinggi menjadi prioritas utama dalam pengelolaan BPI Danantara.
Seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh pimpinan Danantara harus dapat diaudit dan dipertanggungjawabkan setiap saat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan aset negara dilakukan dengan bertanggung jawab dan bebas dari korupsi. Partisipasi tokoh masyarakat dari berbagai kalangan dalam pengawasan juga akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga ini.
Prioritas Investasi Strategis
Sebagai sovereign wealth fund (SWF), BPI Danantara akan memfokuskan investasi pada proyek-proyek strategis jangka panjang yang berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Gelombang pertama investasi senilai US$ 20 miliar akan diprioritaskan untuk beberapa sektor kunci.
Beberapa sektor yang akan mendapatkan prioritas investasi antara lain hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga; pembangunan pusat data dan pengembangan kecerdasan buatan; pembangunan kilang minyak dan pabrik petrokimia; peningkatan produksi pangan dan protein; pengembangan akuakultur; serta pengembangan energi terbarukan. Investasi-investasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja.
Dengan mengelola aset BUMN yang sangat besar, BPI Danantara diharapkan dapat menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. Komitmen pemerintah untuk menerapkan manajemen berstandar internasional dan memastikan transparansi serta akuntabilitas yang tinggi menjadi kunci keberhasilan lembaga ini.
Langkah ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengelola kekayaan negara untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Dengan pengelolaan yang baik dan transparan, BPI Danantara diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi Indonesia dan menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pengelolaan sovereign wealth fund.