RSUD Natuna Dapat Dana Rp2,5 Miliar untuk Bangun Gedung Penanganan Jantung
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna mendapat kucuran dana Rp2,5 miliar dari Kemenkes untuk membangun gedung penanganan jantung guna mendukung program layanan prioritas KJSU.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, Kepulauan Riau, akan mendapatkan peningkatan layanan kesehatan jantung berkat program pengampuan layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefro (KJSU) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Program ini memberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar kurang lebih Rp2,5 miliar kepada RSUD Natuna untuk membangun gedung khusus penanganan penyakit jantung, termasuk fasilitas pemasangan ring jantung. Direktur RSUD Natuna, Ari Fajarudi, menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan langkah signifikan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Natuna.
"Semua dalam proses, selain dokter jantung, kita juga perlu persiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lain, terutama perawat intervensi, doakan semua berjalan lancar dan bisa kita selesaikan tepat waktu sehingga bisa segera di manfaatkan oleh masyarakat Natuna," ujar Ari Fajarudi dalam keterangannya dari Tanjungpinang, Selasa (25/3).
Kucuran dana tersebut akan difokuskan pada pembangunan gedung yang akan dilengkapi dengan fasilitas Intensive Coronary Care Unit (ICCU), sebuah ruangan perawatan intensif khusus untuk pasien jantung. Hal ini dikonfirmasi oleh Humas RSUD Natuna, Harpen Suryadi, yang menjelaskan bahwa dana DAK fisik tersebut hanya diperuntukkan bagi pembangunan gedung tersebut. Selain bangunan, Kemenkes juga akan memberikan bantuan peralatan medis untuk mendukung penanganan penyakit jantung di RSUD Natuna.
Gedung ICCU dan Peralatan Medis untuk Layanan Jantung Optimal
Pembangunan gedung ICCU di RSUD Natuna diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jantung di Natuna. Gedung baru ini akan dilengkapi dengan peralatan medis yang memadai, berkat dukungan dari Kemenkes. Harpen Suryadi menambahkan bahwa RSUD Natuna telah memiliki dokter spesialis jantung yang saat ini sedang menjalani pendidikan di Korea Selatan dan akan kembali pada pekan terakhir bulan Oktober atau awal November 2025.
Dengan kembalinya dokter spesialis jantung dan tersedianya gedung serta peralatan medis yang lengkap, RSUD Natuna akan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat Natuna. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama, termasuk pelatihan bagi perawat intervensi untuk mendukung dokter spesialis jantung dalam memberikan perawatan terbaik.
Proses pembangunan gedung diperkirakan akan dimulai pada bulan April atau Mei 2025 dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2026. Saat ini, proses perencanaan konstruksi sedang berlangsung. Dengan selesainya pembangunan ini, diharapkan pelayanan kesehatan jantung di RSUD Natuna akan semakin meningkat dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Natuna.
Dukungan Kemenkes untuk Program KJSU di Natuna
Program KJSU Kemenkes menargetkan peningkatan layanan kesehatan untuk penyakit jantung, kanker, stroke, dan uronefro. RSUD Natuna terpilih sebagai salah satu rumah sakit yang akan mendapatkan dukungan penuh dari Kemenkes dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Dukungan ini meliputi dana pembangunan gedung, peralatan medis, dan pelatihan SDM.
Pembangunan gedung ICCU merupakan bagian penting dari program KJSU di RSUD Natuna. Gedung ini akan menjadi pusat layanan kesehatan jantung yang terintegrasi dan modern, dilengkapi dengan peralatan medis canggih dan tenaga medis yang terampil. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan angka kematian akibat penyakit jantung di Natuna dapat ditekan.
Kemenkes berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia, termasuk di daerah-daerah terpencil seperti Natuna. Program KJSU merupakan salah satu upaya untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
Dengan selesainya pembangunan gedung dan tersedianya peralatan medis yang memadai, diharapkan RSUD Natuna dapat memberikan pelayanan kesehatan jantung yang lebih baik dan menyeluruh kepada masyarakat Natuna. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat Natuna.
Proses pembangunan saat ini masih dalam tahap perencanaan konstruksi, dan diharapkan dapat dimulai pada bulan April atau Mei 2025. Jika pembangunan selesai tepat waktu, gedung tersebut dapat dioperasikan pada awal tahun 2026, sehingga masyarakat Natuna dapat segera merasakan manfaatnya.