Siaga! Gunung Gede Pangrango Alami Peningkatan Aktivitas Gempa, Pendakian Ditutup
Balai Besar TNGGP mengimbau masyarakat sekitar Gunung Gede-Pangrango meningkatkan kewaspadaan menyusul peningkatan aktivitas gempa vulkanik dan tektonik, serta penutupan jalur pendakian diperpanjang hingga 7 April 2025.

Gunung Gede Pangrango kembali menjadi sorotan setelah Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat peningkatan aktivitas gempa vulkanik dan tektonik. Tercatat 49 gempa terjadi dalam satu hari, mendorong imbauan kepada masyarakat di sekitar kaki gunung untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Peristiwa ini terjadi di kawasan Gunung Gede, Jawa Barat, sejak tanggal 1 April 2025 dan berdampak pada penutupan jalur pendakian hingga 7 April 2025.
Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa meskipun status aktivitas Gunung Gede masih normal, peningkatan jumlah gempa menjadi perhatian serius. Dari data Badan Geologi, tercatat 47 gempa vulkanik dalam, 1 gempa tektonik lokal, dan 1 gempa tektonik jauh. "Status atau tingkat aktivitas masih dalam kategori normal, namun masyarakat tetap diminta untuk waspada dan tidak mendaki atau mendekati kawah Gunung Gede," ujar Agus Deni dalam keterangannya di Cianjur, Kamis (3/4).
Peningkatan aktivitas ini berpotensi menghasilkan gas gunung api berbahaya, terutama dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon. Durasi gempa bervariasi, mulai dari 4 hingga 17 detik. Antisipasi terhadap potensi bahaya ini menjadi alasan utama perpanjangan penutupan jalur pendakian, yang sebelumnya telah ditutup selama tiga bulan untuk pemulihan ekosistem. Penutupan jalur pendakian ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada para pendaki.
Peningkatan Aktivitas Gempa dan Potensi Bahaya
Berdasarkan data Badan Geologi, peningkatan aktivitas gempa vulkanik Gunung Gede sangat signifikan. Pada Selasa, 1 April 2025, pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat 21 kejadian gempa vulkanik, jauh di atas angka normal 0-1 kejadian per hari. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di dalam gunung berapi tersebut. Peningkatan aktivitas ini berpotensi menimbulkan letusan freatik atau hembusan gas gunung api yang berbahaya bagi masyarakat sekitar dan para pendaki.
TNGGP telah mengeluarkan Surat Edaran terkait peningkatan aktivitas Gunung Gede dan perpanjangan penutupan jalur pendakian. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan para pendaki dan masyarakat di sekitar Gunung Gede. Pihak TNGGP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Gede.
Meskipun status Gunung Gede masih normal, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi. Penting untuk mengikuti arahan dan imbauan dari pihak berwenang, dan menghindari aktivitas di sekitar kawah Gunung Gede selama masa peningkatan aktivitas ini. Perpanjangan penutupan jalur pendakian hingga 7 April 2025 diharapkan dapat memberikan waktu yang cukup untuk memantau dan mengevaluasi kondisi Gunung Gede.
Imbauan Waspada dan Kesiapsiagaan
Dengan adanya peningkatan aktivitas gempa vulkanik di Gunung Gede, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat di sekitar kaki Gunung Gede Pangrango perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi. Hal ini termasuk mempersiapkan jalur evakuasi dan tempat evakuasi yang aman.
Pentingnya koordinasi antara TNGGP, BMKG, dan pemerintah daerah setempat dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan. Informasi yang akurat dan tepat waktu akan membantu masyarakat dalam mengambil langkah-langkah antisipasi yang tepat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan dampak dari peningkatan aktivitas Gunung Gede dapat diminimalisir.
TNGGP menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap imbauan penutupan jalur pendakian. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan para pendaki dan menghindari potensi kecelakaan yang mungkin terjadi akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Keselamatan dan keamanan masyarakat dan para pendaki tetap menjadi prioritas utama.
Meskipun aktivitas Gunung Gede masih dalam kategori normal, kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang penting. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terkini dari pihak berwenang dan mengikuti arahan yang diberikan. Dengan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan masyarakat dapat menghadapi potensi bahaya yang mungkin terjadi dengan lebih tenang dan terencana.
Status Gunung Gede yang masih aktif menjadi alasan utama bagi TNGGP untuk terus memantau dan melakukan evaluasi secara berkala. Koordinasi yang erat dengan BMKG dan instansi terkait lainnya akan memastikan informasi yang akurat dan tepat waktu dapat disampaikan kepada masyarakat. Langkah-langkah antisipasi yang tepat akan meminimalisir potensi risiko yang mungkin terjadi.