SIG Optimistis Bisnis Semen Tumbuh di 2025: Infrastruktur dan Inovasi Jadi Kunci
PT Semen Indonesia Tbk (SIG) optimistis bisnis semen akan tumbuh pada tahun 2025, meskipun menghadapi tantangan ekonomi, berkat proyek infrastruktur pemerintah dan inovasi produk ramah lingkungan.

Jakarta, 30 Maret 2025 - PT Semen Indonesia Tbk (SIG) menyampaikan optimisme terhadap prospek industri semen nasional di tahun 2025. Meskipun tantangan ekonomi masih ada, komitmen pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur dan proyek strategis seperti program 3 juta rumah diyakini akan mendorong pertumbuhan permintaan semen. Hal ini akan berdampak positif pada kinerja perusahaan, menurut Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni.
Mahreyni menjelaskan bahwa pasar semen domestik memang sempat mengalami kontraksi dan proyek infrastruktur melambat di tahun 2024. Namun, SIG berhasil melakukan efisiensi dan peningkatan operational excellence. Efisiensi ini terlihat dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 0,8 persen menjadi Rp28,26 triliun dan biaya keuangan bersih sebesar 20,2 persen menjadi Rp944 miliar.
SIG percaya bahwa langkah-langkah strategis yang diambil akan menjadi kunci keberhasilan di masa mendatang. Salah satu strategi utama adalah fokus pada inovasi dan keberlanjutan lingkungan.
Inovasi dan Komitmen Ramah Lingkungan
Salah satu strategi utama SIG untuk memajukan sektor semen domestik adalah dengan mendorong penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang ramah lingkungan. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inovasi, salah satunya adalah peluncuran bata interlock presisi pada tahun 2024. Produk ini dirancang sebagai solusi pembangunan rumah yang efektif, efisien, dan tahan gempa. Keunggulan lain dari bata interlock presisi adalah durasi konstruksi yang lebih singkat, hanya 15-21 hari.
Selain itu, SIG juga meningkatkan efisiensi sumber daya dan optimalisasi produksi melalui implementasi advanced-process control, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta akselerasi pemanfaatan bahan bakar alternatif. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen SIG terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Inovasi dan komitmen terhadap lingkungan ini diharapkan dapat menarik minat pemerintah dan pengembang properti, sehingga meningkatkan permintaan semen di pasar domestik.
Kinerja Keuangan SIG di Tahun 2024
Pada tahun 2024, SIG mencatatkan volume penjualan sebesar 38,27 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp36,19 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp28,26 triliun. Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) mencapai Rp5,49 triliun, laba tahun berjalan sebesar Rp772 miliar, dan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp720 miliar.
Meskipun menghadapi tantangan ekonomi, kinerja keuangan SIG di tahun 2024 menunjukkan ketahanan perusahaan dan kemampuannya dalam mengelola efisiensi. Data ini menjadi dasar optimisme SIG untuk menghadapi tahun 2025.
Dengan strategi yang tepat dan komitmen terhadap inovasi serta keberlanjutan, SIG optimis dapat berkontribusi pada pertumbuhan industri semen nasional dan perekonomian Indonesia di tahun 2025. Proyek infrastruktur pemerintah dan program 3 juta rumah diharapkan menjadi katalis pertumbuhan yang signifikan.