SPJM Pelindo Tingkatkan Kualitas Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Subholding Pelindo Jasa Maritime (SPJM) berkolaborasi dengan Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang dalam pelatihan peningkatan kapasitas pemandu wisata di Desa Wisata Rammang-Rammang, Maros, Sulawesi Selatan.

Makassar, 27 Februari 2025 - Subholding PT Pelindo Jasa Maritime (SPJM) yang bergerak di bidang layanan marine, equipment, dan port services (MEPS) telah sukses memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia pemandu wisata di Desa Wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Februari 2025, bertempat di Rumah Belajar Anak Sungai Dermaga Dua Rammang-Rammang. Kerjasama SPJM dengan Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang menjadi kunci keberhasilan program ini, yang merupakan kelanjutan dari program Sustainable Village di tahun 2024. Tujuan utama adalah meningkatkan kompetensi SDM yang terlibat langsung dalam sektor pariwisata desa.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali para pemandu wisata dengan pengetahuan yang akurat dan komprehensif. Para peserta diberikan materi dari berbagai ahli di bidangnya, mulai dari geomorfologi karst hingga sejarah lokal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan 'brand awareness' Rammang-Rammang sebagai desa wisata karst yang unik dan menarik bagi wisatawan.
Peningkatan Kapasitas Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Workshop yang diselenggarakan melibatkan pemateri-pemateri kompeten. Dedy Irfan Bachri ST, GM dari Unesco Global Geopark Maros Pangkep, memaparkan materi Geopark dan kekayaan Geologi dan Biodiversity dan Cultural. Sementara itu, Drs. Iwan Sumantri MAM, SI, peneliti dan dosen Arkeologi Universitas Hasanuddin, berbagi pengetahuan tentang cerita purba dan peninggalan sejarah Rammang-Rammang. Prof. Muh Arsyad, Guru Besar Fisika Karst Universitas Negeri Makassar, melengkapi pelatihan dengan materi geomorfologi karst.
Sebanyak 20 peserta mengikuti workshop ini. Mereka tidak hanya terdiri dari pemandu wisata lokal, tetapi juga operator perahu wisata, pengelola homestay, dan pengelola warung serta kafe di Rammang-Rammang. Hal ini menunjukkan komitmen SPJM untuk mengembangkan seluruh aspek pariwisata di desa tersebut.
Tujuan pelatihan ini tidak hanya sebatas meningkatkan kemampuan penyampaian informasi yang akurat, tetapi juga bagaimana mengemas informasi tersebut secara menarik dan engaging bagi wisatawan. Dengan demikian, diharapkan kunjungan wisata ke Rammang-Rammang akan meningkat, berdampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.
Aspek Keamanan dan Keselamatan
Selain peningkatan kualitas penyampaian informasi, pelatihan juga menekankan pentingnya aspek keamanan dan keselamatan dalam kegiatan wisata. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memastikan keselamatan wisatawan selama berada di Rammang-Rammang.
Salah satu peserta, Naharuddin, yang juga merupakan pemandu wisata lokal dan pengelola homestay, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. "Terima kasih, materi-materi yang disajikan sangat bermanfaat dan menunjang aktivitas kami sebagai local guide di Rammang-Rammang," ungkap Naharuddin.
Program TJSL SPJM ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Dengan peningkatan kualitas pemandu wisata, diharapkan Rammang-Rammang dapat semakin dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat.