Sumsel Terima Bantuan Rp2,04 Miliar untuk Penanggulangan Bencana dari Kemensos
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerima bantuan buffer stock senilai Rp2,04 miliar dari Kementerian Sosial untuk kesiapsiagaan penanggulangan bencana, meningkatkan efektivitas penanganan masalah sosial dan memastikan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima bantuan dana signifikan untuk penanggulangan bencana. Bantuan buffer stock senilai Rp2,04 miliar diberikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah tersebut. Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, di Palembang pada Kamis.
Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Sumsel dalam menghadapi berbagai bencana alam yang berpotensi terjadi. Dengan adanya cadangan logistik yang memadai, diharapkan penanggulangan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan cepat.
Penyerahan bantuan ini menandai komitmen pemerintah pusat dalam mendukung upaya pemerintah daerah dalam melindungi warganya. Kerjasama yang erat antara Kemensos dan Pemprov Sumsel menjadi kunci dalam memastikan kesiapsiagaan dan keberhasilan penanggulangan bencana di masa mendatang.
Dukungan Kemensos untuk Kesiapsiagaan Bencana di Sumsel
Sekda Sumsel, Edward Candra, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Kemensos atas bantuan yang diberikan. Ia menekankan pentingnya buffer stock dalam meningkatkan efektivitas penanganan masalah sosial dan bencana. Dengan adanya cadangan logistik ini, kesejahteraan masyarakat Sumsel diharapkan tetap terjaga meskipun terjadi bencana.
“Terima kasih Kementerian Sosial, terima kasih Bapak Menteri Sosial dan jajaran atas kunjungannya ke Provinsi Sumsel. Kami siap menindaklanjuti arahan yang Bapak berikan, guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ungkap Edward Candra. Ia juga menambahkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat terhadap Sumsel.
Edward Candra juga menjelaskan bahwa bantuan buffer stock atau cadangan logistik ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat terjadi bencana alam atau situasi darurat lainnya. Kesiapan ini dinilai sangat penting untuk memastikan respon cepat dan tepat dalam membantu masyarakat yang terdampak.
Ia berharap bantuan ini dapat dioptimalkan penggunaannya untuk memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat Sumsel.
Mensos Dorong Kolaborasi Antar Lembaga
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, dalam kunjungan kerjanya ke Sumsel, menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam penanggulangan bencana. Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama, termasuk dengan lembaga-lembaga lain seperti Baznas dan lembaga non-pemerintah.
Saifullah Yusuf menyatakan bahwa penanganan bencana tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral. “Tidak bisa lagi sendiri-sendiri, tidak lagi bisa mempertahankan kebiasaan kita yang mungkin bisa disebut sebagai ego sektoral,” tegas Mensos. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi dan kerja sama untuk mencapai hasil yang optimal dalam penanggulangan bencana.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan dan memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan penanggulangan bencana di Sumsel dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Bantuan buffer stock dari Kemensos ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di Sumsel. Dengan adanya koordinasi dan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan Sumsel dapat menghadapi berbagai bencana dengan lebih siap dan tangguh.