TNI AL Evakuasi Tiga Korban Tewas di Kapal Tongkang Beracun
Tiga pekerja tewas akibat menghirup gas beracun saat mencari besi tua di ruang utama kapal tongkang di Donggala, Sulawesi Tengah; TNI AL dan tim SAR gabungan melakukan evakuasi.

Tragedi memilukan terjadi di Dermaga PT. Morales, Desa Loli Oge, Donggala, Sulawesi Tengah. Tiga orang ditemukan tewas setelah terjebak di ruang utama sebuah kapal tongkang yang dipenuhi gas beracun. Kejadian ini terjadi pada Minggu, 9 Februari 2024, sekitar pukul 18.00 WITA.
Kronologi Kejadian
Korban, Fadel (30), Azril (50), dan Ma'ruf (31), masuk ke ruang utama kapal tongkang KSS.11 TB.KSS 08 untuk mencari besi tua. Meskipun telah dilarang oleh pihak kapal, Fadel nekat memasuki area berbahaya tersebut. Tidak lama kemudian, Azril dan Ma'ruf menyusul.
Sekitar pukul 20.18 WITA, ketiganya ditemukan tak sadarkan diri. Diduga, mereka menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen di ruang kedap udara tersebut. Kondisi ruangan yang tertutup dan mengandung zat berbahaya menyebabkan mereka kehilangan kesadaran.
Evakuasi oleh TNI AL dan Tim SAR Gabungan
Personel Lanal Palu dan tim SAR gabungan segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi ruangan yang berbahaya. Azril, yang pertama dievakuasi, dinyatakan meninggal dunia setibanya di RS Anutapura Palu.
Fadel dan Ma'ruf berhasil dievakuasi pukul 20.25 WITA dalam kondisi tak sadarkan diri. Sayangnya, keduanya juga dinyatakan meninggal dunia di RS Anutapura Palu pada pukul 21.25 WITA.
Imbauan Keselamatan
Komandan Lanal Palu, Kolonel Laut (P) Marthinus Sir, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan mencari besi tua di ruang kapal tongkang. Beliau menekankan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap peraturan demi mencegah kejadian serupa terulang.
"Fadel yang merupakan warga Desa Loli Saluran masuk ke main haul (ruang utama) Tongkang untuk mencari karat besi, meskipun telah dilarang oleh pihak kapal," jelas Marthinus dalam siaran pers TNI AL.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya kerja di lingkungan yang berpotensi berbahaya. Pihak berwenang perlu meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang risiko memasuki area terlarang di kapal atau fasilitas industri.
Kesimpulan
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja dan kepatuhan terhadap peraturan. Kehilangan tiga nyawa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar senantiasa memprioritaskan keselamatan dan kesehatan kerja.