Tragedi di Semarang: Ibu Tewas Dianiaya Anak Kandung, Pelaku Buron
Seorang ibu di Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas dianiaya diduga oleh anak kandungnya sendiri; polisi telah melakukan olah TKP dan memburu pelaku.

Seorang perempuan berusia 62 tahun bernama Salamah ditemukan tewas di rumahnya di Jomblang, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 18 Februari 2024. Kematian tragis ini diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri, IG (37). Peristiwa ini mengungkap sisi gelap kekerasan dalam rumah tangga yang mengguncang warga Semarang.
Polisi dari Kepolisian Sektor Candisari, yang dipimpin oleh Iptu Rudy Amzah, telah membenarkan kejadian tersebut dan langsung melakukan penyelidikan. Mereka telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi mata untuk mengumpulkan bukti dan informasi terkait peristiwa mengerikan ini. Saat ini, polisi tengah memburu IG yang diduga sebagai pelaku utama dalam kasus pembunuhan tersebut.
Informasi awal menyebutkan bahwa tetangga korban mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah Salamah pada Selasa malam. Saat warga sekitar datang untuk memeriksa, mereka menemukan Salamah tergeletak bersimbah darah dengan luka-luka di beberapa bagian tubuhnya. Dugaan kuat mengarah pada penggunaan senjata tajam sebagai alat penganiayaan yang menyebabkan kematian korban.
Penyelidikan Polisi dan Kronologi Kejadian
Kepolisian Sektor Candisari menyatakan bahwa mereka telah mengamankan barang bukti di TKP dan sedang melakukan penyelidikan intensif. "Diduga pelaku anak korban, sedang dalam pencarian," kata Iptu Rudy Amzah kepada awak media. Proses penyelidikan melibatkan pengumpulan keterangan saksi, analisis forensik, dan pencarian terhadap pelaku yang hingga kini masih buron.
Berdasarkan keterangan saksi mata dan hasil olah TKP, kronologi kejadian diduga bermula saat terjadi pertengkaran antara korban dan pelaku di dalam rumah. Pertengkaran tersebut kemudian berujung pada penganiayaan yang dilakukan IG terhadap ibunya sendiri. Rincian lebih lanjut mengenai motif dan penyebab pertengkaran masih dalam proses penyelidikan.
Polisi mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan IG untuk segera melapor kepada pihak berwajib. Kerjasama masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku secepatnya agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kondisi Korban dan Dugaan Motif
Korban, Salamah, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka-luka serius akibat senjata tajam. Luka-luka tersebut diduga menjadi penyebab utama kematiannya. Hasil autopsi akan memberikan informasi lebih detail mengenai penyebab kematian dan jenis senjata tajam yang digunakan.
Motif di balik penganiayaan yang dilakukan IG terhadap ibunya masih belum terungkap sepenuhnya. Penyelidikan lebih lanjut akan difokuskan untuk mengungkap motif tersebut, apakah karena masalah ekonomi, pertengkaran keluarga, atau faktor lainnya. Polisi berharap dapat segera mengungkap seluruh fakta yang terjadi.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan keprihatinan akan meningkatnya angka kekerasan dalam rumah tangga. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah dan menangani kasus kekerasan serupa di masa mendatang.
Kesimpulan: Kasus pembunuhan Salamah di Semarang menyoroti pentingnya kepedulian terhadap kekerasan dalam rumah tangga dan perlunya upaya pencegahan yang lebih efektif. Polisi terus bekerja keras untuk menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kejahatan tersebut.