Transnusa Buka Rute Internasional Perdana Bali-Perth, Tingkatkan Konektivitas Bandara Ngurah Rai
Maskapai Transnusa menambah pilihan penerbangan internasional dari Bali ke Perth, Australia, meningkatkan jumlah rute penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi 61 rute.

Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali kembali kedatangan maskapai baru yang melayani rute internasional. Transnusa, yang sebelumnya hanya melayani penerbangan domestik, kini resmi membuka rute penerbangan perdana mereka dari Denpasar menuju Perth, Australia. Penerbangan perdana ini dilakukan pada Kamis, 20 Maret 2025, menggunakan pesawat Airbus A320, membawa 114 penumpang dan mendarat di Bandara Ngurah Rai pukul 18.30 WITA. Kehadiran Transnusa menambah pilihan bagi wisatawan yang ingin bepergian antara Bali dan Perth.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menyatakan bahwa dengan tambahan Transnusa, kini terdapat lima maskapai yang melayani rute Denpasar-Perth. Maskapai-maskapai tersebut antara lain Indonesia AirAsia, Citilink, Jetstar Airways, Batik Air, dan kini Transnusa. Pembukaan rute ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali, mengingat Australia merupakan negara dengan jumlah rute penerbangan terbanyak ke Bandara Ngurah Rai.
Penambahan rute ini juga meningkatkan nilai layanan Bandara Ngurah Rai secara keseluruhan. Bandara yang semakin ramai ini menunjukkan geliat sektor pariwisata dan konektivitas internasional Indonesia yang semakin baik. Dengan semakin banyaknya pilihan penerbangan, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Bali dan meningkatkan perekonomian daerah.
Rute Baru Transnusa dan Dampaknya bagi Pariwisata Bali
Pembukaan rute internasional Perth-Denpasar oleh Transnusa menandai langkah signifikan bagi maskapai ini. Sebelumnya, Transnusa hanya fokus pada penerbangan domestik, terutama menghubungkan Bali dengan Jakarta. Ekspansi ini menunjukkan ambisi Transnusa untuk bersaing di pasar penerbangan internasional yang kompetitif. Penerbangan reguler akan dilakukan setiap Senin, Kamis, dan Sabtu.
Dengan hadirnya Transnusa, wisatawan kini memiliki lebih banyak pilihan maskapai untuk perjalanan antara Bali dan Perth. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing harga tiket dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi para pelancong. Kompetisi antar maskapai juga berpotensi mendorong peningkatan kualitas layanan.
Australia memang menjadi pasar penting bagi pariwisata Bali. Saat ini, terdapat sembilan rute penerbangan langsung dari Bali ke berbagai kota di Australia, termasuk Adelaide, Brisbane, Cairns, Canberra, Gold Coast, Darwin, Melbourne, Perth, dan Sydney. Penambahan rute Perth oleh Transnusa semakin memperkuat konektivitas antara kedua negara.
Statistik Penerbangan Bandara Ngurah Rai
Dengan beroperasinya rute baru Transnusa, Bandara I Gusti Ngurah Rai kini melayani total 23 rute domestik yang dilayani oleh 12 maskapai, dan 38 rute internasional yang dilayani oleh 42 maskapai. Total keseluruhan rute penerbangan yang dilayani Bandara Ngurah Rai mencapai 61 rute. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah penerbangan yang melalui bandara tersebut.
Pertumbuhan jumlah rute penerbangan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam sektor pariwisata dan konektivitas internasional di Bali. Hal ini juga menandakan kepercayaan investor terhadap potensi pariwisata Indonesia, khususnya Bali, yang terus berkembang.
Ke depan, diharapkan akan ada lebih banyak maskapai yang membuka rute penerbangan ke dan dari Bali, sehingga semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.
Dengan dibukanya rute baru ini, diharapkan akan semakin banyak wisatawan Australia yang berkunjung ke Bali, sehingga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali dan Indonesia secara keseluruhan. Peningkatan jumlah wisatawan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.