Tujuh Pemuda Lintas Iman Raih Anugerah KWI: Komitmen Nyata untuk Persatuan Bangsa
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menganugerahkan penghargaan kepada tujuh ketua umum organisasi pemuda lintas iman atas kontribusi nyata mereka dalam membangun persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

Jakarta, 25 Februari 2024 - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) memberikan penghargaan bergengsi, Anugerah Apresiasi Sehati Seperjalanan, kepada tujuh Ketua Umum organisasi pemuda lintas iman. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen dan kontribusi nyata mereka dalam membangun gerakan konkret lintas agama di Indonesia. Acara penganugerahan berlangsung di Aula KWI Jakarta, Jalan Cikini 2, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa malam.
Penghargaan ini diberikan karena ketujuh tokoh pemuda tersebut dinilai telah memberikan contoh inspiratif dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Mereka dianggap berhasil menjembatani perbedaan dan membangun kerja sama yang harmonis di tengah keberagaman Indonesia. Mgr. Christophorus Tri Harsono, Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI (KOMHAK-KWI), menekankan pentingnya terus menciptakan dan menggaungkan momentum seperti ini melalui gerakan konkret yang melibatkan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun akar rumput. "Momentum seperti ini harus terus diciptakan dan digaungkan, serta diwujudnyatakan melalui gerakan konkret dengan berkolaborasi dengan multipihak baik itu di tingkat nasional, maupun di tingkat akar rumput," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Hal senada disampaikan Romo Aloysius Budi Purnomo, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) KWI. Ia menyebut para penerima penghargaan sebagai contoh istimewa dalam membangun gerakan konkret lintas agama. "Teman-teman muda ini menjadi contoh istimewa dalam permenungan saya, menjawab apa yang dianjurkan dalam pedoman untuk dialog dalam kebenaran dan kasih. Disebutkan pentingnya bersama orang-orang muda membangun gerakan konkret lintas agama," kata Romo Budi.
Tokoh Pemuda Lintas Iman yang Dianugerahi
Ketujuh tokoh pemuda penerima penghargaan Anugerah Apresiasi Sehati Seperjalanan tersebut adalah para ketua umum organisasi pemuda lintas iman yang mewakili berbagai agama di Indonesia. Mereka adalah: Addin Jauharudin (Ketua Umum GP Ansor), Dzulfikar Ahmad Tawalla (Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah), Stefanus Gusma (Ketua Umum Pemuda Katolik), Sahat MP Sinurat (Ketua Umum Pemuda Kristen Indonesia/GAMKI), I Gede Ariawan (Ketua Umum Peradah - Pemuda Hindu), Bambang Patijaya (Ketua Umum Gemabudhi - Pemuda Buddha), dan JS Kristan (Ketua Umum Gemaku - Pemuda Konghucu).
Stefanus Gusma, Ketua Umum Pemuda Katolik, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima. Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh kader Pemuda Katolik di Indonesia untuk terus merangkul semua pihak lintas iman dan lintas sektor dalam mewujudkan persatuan dan kedamaian di Indonesia. "Penghargaan ini bisa menjadi tambahan motivasi kepada seluruh kader Pemuda Katolik se-Indonesia untuk terus merangkul semua pihak lintas iman dan lintas sektor untuk mewujudkan persatuan dan kedamaian di bumi Nusantara ini," ucapnya. Ia juga berharap anugerah ini menjadi langkah nyata bagi generasi muda untuk merangkul semua pihak demi kesatuan bangsa.
Penghargaan ini bukan hanya sekadar pengakuan atas prestasi, tetapi juga sebuah dorongan untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih rukun dan harmonis. Ketujuh tokoh pemuda ini telah menunjukkan komitmen nyata mereka dalam mempromosikan nilai-nilai persatuan dan toleransi antarumat beragama. Semoga penghargaan ini menginspirasi generasi muda lainnya untuk turut serta dalam membangun kerukunan dan kedamaian di Indonesia.
Para penerima penghargaan ini telah membuktikan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk membangun persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka telah menjadi contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dijembatani melalui dialog, kerja sama, dan saling menghormati. Semoga semangat mereka dapat menginspirasi banyak orang untuk ikut serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Harapan untuk Masa Depan
Anugerah ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi organisasi pemuda lintas iman lainnya untuk terus aktif berkontribusi dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Kolaborasi dan kerja sama antarumat beragama sangat penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada.
KWI, melalui penghargaan ini, memberikan pesan kuat tentang pentingnya peran pemuda dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam menjaga dan merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan.