Wisma Atlet Kemayoran Siap Huni Usai Revitalisasi, Hunian ASN dan MBR Tersedia
Revitalisasi Wisma Atlet Kemayoran rampung; tiga tower siap huni untuk ASN, sementara tujuh tower lainnya untuk MBR akan selesai April 2025.

Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan kesiapan Wisma Atlet Kemayoran pasca revitalisasi. Tiga tower, tepatnya tower 8, 9, dan 10 di Blok C2 Pademangan, telah selesai direvitalisasi dan siap untuk diserahterimakan. Proses revitalisasi ini menjawab pertanyaan apa yang dilakukan (renovasi Wisma Atlet), siapa yang melakukannya (pemerintah melalui Kementerian PKP), di mana (Wisma Atlet Kemayoran), kapan (penyelesaian tiga tower telah rampung, tujuh tower lainnya April 2025), mengapa (untuk menyediakan hunian bagi ASN dan MBR), dan bagaimana (melalui revitalisasi menyeluruh).
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan renovasi seluruh tower sesuai kontrak, yaitu pada 22 April 2025. Penyerahan pengelolaan tiga tower yang telah selesai kepada Sekretariat Negara (Setneg) menandai tahap penting dalam proyek ini. Menteri Sirait menekankan pentingnya alokasi hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), meskipun pengelolaannya berada di bawah kewenangan Setneg. "Saya sudah bicara dengan Mensesneg untuk MBR. Pembagiannya di Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), tetapi kami usulkan ada untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Yang mengatur bukan kami, kami hanya mengusulkan," ujar Ara.
Wisma Atlet Kemayoran memiliki nilai historis sebagai lokasi perjuangan tenaga medis selama pandemi COVID-19. Kini, alih fungsi hunian ini direncanakan dengan mempertimbangkan pemanfaatan yang optimal bagi masyarakat. Revitalisasi ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Revitalisasi Wisma Atlet: Hunian ASN dan MBR
Tower 8, 9, dan 10, dengan total 1.932 unit, diperuntukkan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tujuh tower lainnya (1-7), menghadap Kemayoran, akan selesai pada April 2025 dan dialokasikan untuk MBR, dengan total 5.494 unit. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, memastikan seluruh unit siap huni setelah revitalisasi yang meliputi perbaikan struktur, mekanikal, plumbing, dan sistem perpipaan.
Revitalisasi Blok D10, yang terdiri dari 7 tower, akan rampung pada April 2025. Rencananya, blok ini akan digunakan untuk hunian ASN, MBR, apartemen sewa, dan rumah sakit. Pembagian unit ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyediakan perumahan yang layak bagi berbagai kalangan masyarakat.
Setiap unit rusun dilengkapi dengan fasilitas lengkap, termasuk dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, serta perabotan seperti sofa, lemari, tempat tidur, water heater, dan AC. Fasilitas umum seperti area komersial, lift, ruang publik, parkir, dan CCTV juga tersedia untuk kenyamanan dan keamanan penghuni.
Peninjauan dan Kesiapan Wisma Atlet
Menteri Maruarar Sirait dan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya meninjau langsung progres renovasi, khususnya di Tower 8, 9, dan 10. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan unit hunian sebelum pengelolaan diserahkan kepada Kementerian Sekretariat Negara. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa ketiga tower tersebut telah selesai direnovasi 100 persen dan siap dihuni.
Proses revitalisasi Wisma Atlet Kemayoran ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. Dengan adanya fasilitas yang lengkap dan modern, diharapkan Wisma Atlet Kemayoran dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.
Keberhasilan revitalisasi ini juga menjadi contoh bagaimana aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Penggunaan Wisma Atlet yang dulunya berfungsi sebagai rumah sakit darurat COVID-19 kini dialihfungsikan menjadi hunian yang modern dan nyaman bagi ASN dan MBR.
Proses serah terima pengelolaan kepada Setneg menandai babak baru dalam sejarah Wisma Atlet Kemayoran. Dengan pengelolaan yang baik dan terencana, diharapkan Wisma Atlet Kemayoran dapat menjadi contoh keberhasilan revitalisasi aset pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.