Yafama NW Lombok Timur: Program Ramadhan Menghafal Al-Quran Raih Respons Positif
Yayasan Pondok Pesantren Fathul Mu’in Annahdloh (Yafama) NW Lombok Timur sukses menggelar program Ramadhan Menghafal Al-Quran, mencetak 56 penghafal Al-Quran baru.

Yayasan Pondok Pesantren Fathul Mu’in Annahdloh (Yafama) NW di Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, telah berhasil menyelenggarakan Program Ramadhan Menghafal (PRM) Al-Quran. Program yang telah memasuki tahun keempat ini berhasil mencetak puluhan penghafal Al-Quran baru. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat dan berbagai pihak terkait, menunjukkan komitmen kuat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia berbasis keagamaan.
Ketua Yafama NW Lombok Timur, Hasanah Efendi, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program ini. "Insya Allah program ini akan terus berlanjut, bahkan di luar bulan Ramadhan dijadikan program rutin di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Fathul Mu’in NW Montong Tangi," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang yayasan dalam mencetak generasi penghafal Al-Quran. Keberhasilan program ini juga tak lepas dari dukungan penuh dari para orang tua peserta.
Dari 56 peserta yang bertahan hingga akhir program 22 hari tersebut, rata-rata berhasil menghafal dua juz Al-Quran. Prestasi ini merupakan bukti nyata dari kerja keras para peserta dan bimbingan intensif dari para pengajar. Keberhasilan ini juga menjadi motivasi bagi yayasan untuk terus meningkatkan kualitas program PRM di tahun-tahun mendatang. Program ini diharapkan dapat menjadi benteng bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman dan pengaruh kemajuan teknologi.
Sukses Program Ramadhan Menghafal Al-Quran
Program Ramadhan Menghafal (PRM) Al-Quran yang diselenggarakan oleh Yafama NW Lombok Timur telah menuai sukses besar. Sebanyak 56 peserta berhasil menyelesaikan program dan rata-rata mampu menghafal dua juz Al-Quran dalam waktu 22 hari. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi tinggi para peserta dan kualitas pengajaran yang diberikan oleh yayasan.
Ketua Yafama NW Lombok Timur, Hasanah Efendi, menyampaikan rasa bahagianya atas antusiasme orang tua yang mendukung anak-anaknya mengikuti program ini. "Saya merasa sangat bahagia melihat antusias orang tua yang ingin anaknya menjadi penghafal Al Quran," katanya. Dukungan orang tua menjadi faktor kunci keberhasilan program ini.
Keberhasilan program ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Kepala Desa Montong Tangi, HM Thohir Thori. Beliau menilai program ini sangat membantu peningkatan sumber daya manusia (SDM) berbasis keagamaan di desanya. "Kami atas nama pemerintah sangat terbantu dengan keberadaan yayasan ini. Selain sebagai lembaga pendidikan, yayasan ini juga aktif dalam membantu anak yatim dan fakir miskin di desa," ucapnya.
Dukungan Masyarakat dan Motivasi Keagamaan
Dukungan dari masyarakat sekitar menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan program PRM. Hal ini terlihat dari antusiasme orang tua yang mendaftarkan anak-anak mereka dan komitmen mereka dalam mendukung proses pembelajaran. Selain itu, dukungan dari pemerintah desa juga sangat berarti bagi kelancaran program.
TGH Saefuddin Zuhri Assaulaty, dalam pengajian Nuzulul Quran, memberikan motivasi kepada para orang tua mengenai keutamaan memiliki anak penghafal Al-Quran. Beliau menyampaikan bahwa anak penghafal Al-Quran kelak dapat memberi syafaat kepada kedua orang tuanya di hari kiamat. Motivasi keagamaan ini semakin memperkuat tekad para orang tua dalam mendukung program ini.
Program ini tidak hanya fokus pada hafalan Al-Quran, tetapi juga menekankan pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam. Hal ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan.
Keberhasilan Yafama NW Lombok Timur dalam menyelenggarakan PRM Al-Quran menjadi contoh yang baik bagi lembaga pendidikan lainnya. Program ini membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerjasama yang baik, mencetak generasi penghafal Al-Quran bukanlah hal yang mustahil.
Dengan adanya program ini, diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mampu menghafal Al-Quran dan mengamalkan nilai-nilai di dalamnya. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Lombok Timur.