Menteri Pariwisata Dorong Batik sebagai Magnet Wisata Indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendukung promosi batik untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara, menjadikan keindahan wastra Nusantara sebagai daya tarik wisata unggulan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana baru-baru ini menyatakan dukungannya terhadap promosi batik sebagai daya tarik wisata unggulan Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam kunjungan kerjanya ke Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 19 Maret 2023, di mana beliau mengunjungi Rumah Batik Komar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun internasional ke berbagai daerah di Indonesia.
"Keindahan wastra Nusantara sudah dikenal luas dan banyak mendapat pengakuan dunia. Kementerian Pariwisata akan terus berkolaborasi untuk mempromosikan keindahan batik Nusantara, sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan," ujar Menteri Widiyanti Putri Wardhana seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata.
Kunjungan ke Rumah Batik Komar bukan sekadar kunjungan biasa. Menteri Widiyanti juga berkesempatan untuk secara langsung belajar membatik. Pengalaman ini, menurut beliau, sangat menarik dan berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bandung.
Rumah Batik Komar: Pusat Edukasi dan Pengalaman Batik
Rumah Batik Komar, yang didirikan oleh akademisi sekaligus perajin batik tradisional, Komarudin Kudiya, bukan sekadar tempat penjualan batik. Tempat ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan pengalaman batik bagi wisatawan. Koleksi batik yang luar biasa lengkap menjadi daya tarik utama.
Lebih dari 10.000 sketsa desain batik, baik dalam bentuk fisik maupun digital, tersedia bagi siapa pun yang ingin mempelajari seluk-beluk batik. Koleksi ini juga mencakup lebih dari 4.000 desain cap batik yang terdokumentasi dengan rapi.
Keunikan Rumah Batik Komar juga terletak pada kepemilikan 150 desain batik yang telah terdaftar hak ciptanya di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Beberapa motif batik yang telah terdaftar antara lain motif Angklung dan Kutilang Cigadung, motif Lauk Mas Alam Endah, dan motif Lauk Kumpal Beriring. Keberagaman motif ini menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang tertuang dalam kain batik.
Pengalaman belajar membatik pun semakin lengkap dengan tersedianya lebih dari 50 judul buku tentang batik, layanan tur proses membatik, kelas sejarah batik, serta layanan belajar membuat batik tulis dan batik cap. Para pengunjung akan dibimbing oleh tenaga pengajar bersertifikat yang berpengalaman.
Potensi Batik sebagai Daya Tarik Wisata
Langkah Menteri Pariwisata untuk mempromosikan batik sebagai daya tarik wisata merupakan langkah strategis. Batik bukan hanya sekadar kain, tetapi juga representasi dari kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia. Dengan mempromosikan batik, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Rumah Batik Komar menjadi contoh nyata bagaimana sebuah tempat dapat menggabungkan aspek komersial dengan edukasi dan pengalaman wisata. Model ini dapat diadopsi oleh para pelaku usaha batik di daerah lain untuk meningkatkan daya tarik wisata di daerah masing-masing.
Dengan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata, diharapkan promosi batik dapat semakin gencar dilakukan, baik melalui media sosial, pameran, maupun kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa dan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.
Ke depannya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mengembangkan potensi batik sebagai daya tarik wisata yang berkelanjutan. Dengan demikian, batik tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan mengenal lebih dekat keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.