Mudik dengan Mobil Listrik dan Konvensional: Persiapannya Tak Beda Jauh!
Pakar otomotif ITB ungkap persiapan mudik dengan mobil listrik (EV) dan konvensional (ICE) hampir sama, hanya beda pada pengecekan baterai dan SPKLU.

Jakarta, 26 Maret 2024 (ANTARA) - Jelang mudik Lebaran, persiapan kendaraan menjadi hal krusial, baik bagi pengguna mobil konvensional (ICE) maupun mobil listrik (EV). Menariknya, menurut Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, persiapan keduanya tak jauh berbeda.
Yannes menjelaskan, "Sebelum mudik, baik pengguna mobil konvensional maupun BEV perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh." Pemeriksaan ini memastikan perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, terlepas dari jenis kendaraannya.
Persiapan yang menyeluruh ini penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan masalah di jalan raya selama perjalanan mudik yang cukup panjang. Dengan pemeriksaan yang teliti, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan atau kerusakan kendaraan di tengah perjalanan.
Persiapan Mudik: Mobil Konvensional vs. Mobil Listrik
Untuk mobil konvensional (ICE), pengecekan meliputi kondisi oli, filter, busi, sistem pendingin, rem, lampu, dan tekanan ban. Semua komponen ini harus dalam kondisi prima. Sebagai langkah antisipasi, disarankan pula untuk menyiapkan tekanan angin tambahan untuk ban serep, guna mengatasi potensi kebocoran atau pecah ban.
Sementara itu, untuk mobil listrik (EV), fokus pemeriksaan beralih pada kesehatan baterai, sistem pendingin baterai, dan fungsi pengisian daya. Pemeriksaan kabel pengisian juga penting untuk memastikan tidak ada kerusakan dan kompatibilitas dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang rute perjalanan.
Meskipun berbeda jenis kendaraan, kedua jenis mobil tetap membutuhkan pemeriksaan sistem kelistrikan, termasuk lampu, wiper, dan klakson. Perlengkapan darurat seperti P3K, segitiga pengaman, dan dongkrak juga wajib tersedia. Pengguna EV perlu memastikan aplikasi navigasi dan pengisian daya berfungsi dengan baik untuk memandu perjalanan.
Yannes menambahkan, "Kedua jenis kendaraan tetap memerlukan pemeriksaan sistem kelistrikan, termasuk lampu, wiper, dan klakson. Pastikan perlengkapan darurat seperti P3K, segitiga pengaman, dan dongkrak tersedia. Bagi pengguna BEV, pastikan aplikasi navigasi dan pengisian daya berfungsi dengan baik."
Kesiapan Infrastruktur Pengisian Daya Kendaraan Listrik
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik. PLN telah menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum fast charging di setiap rest area. Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pemudik yang menggunakan kendaraan listrik.
Proyeksi peningkatan pengguna kendaraan listrik pada Lebaran 2025 cukup signifikan. Diperkirakan akan meningkat hingga 500 persen, dari 4.314 kendaraan pada tahun lalu menjadi 21.570 kendaraan. Hal ini sejalan dengan proyeksi peningkatan transaksi SPKLU yang juga diperkirakan naik 500 persen, dari 14.002 transaksi menjadi 70.000 transaksi.
PLN juga telah mempersiapkan langkah antisipasi untuk SPKLU dengan tingkat okupansi tinggi. Jumlah SPKLU di wilayah dengan okupansi tinggi akan ditingkatkan hingga 7,5–8 kali lipat. Pada Lebaran 2024, terdapat 108 SPKLU dengan okupansi tinggi, dan pada Lebaran 2025, jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 800 unit.
Dengan persiapan yang matang dari berbagai pihak, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 akan berjalan lancar dan aman, baik bagi pengguna kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik.