Pakar ITB: Campur Pertalite dan Pertamax? Bahaya untuk Mesin Kendaraan!
Mencampur Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 95) dapat merusak mesin dan meningkatkan biaya perawatan, ungkap pakar otomotif ITB.

Jakarta, 27 Februari 2024 - Sebuah peringatan penting disampaikan oleh pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, terkait praktik mencampur bahan bakar minyak (BBM) dengan Research Octane Number (RON) berbeda. Menurut Yannes, mencampur Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 95) misalnya, berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kendaraan dan lingkungan. Pernyataan ini disampaikannya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis lalu.
Bahaya pencampuran BBM dengan RON berbeda ini bukan isapan jempol. Yannes menjelaskan secara teknis, pencampuran tersebut mengubah karakteristik pembakaran bahan bakar. Meskipun RON campuran merupakan rata-rata tertimbang dari kedua nilai oktan, sifat kimia dan aditif dalam bahan bakar tidak selalu bersifat linier saat dicampur. Praktik ini, jika dilakukan secara sembarangan, dapat berakibat fatal bagi kendaraan.
Dampaknya pun beragam, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Dampak ringan bisa berupa penurunan efisiensi bahan bakar. Namun, dampak yang lebih serius dapat berupa munculnya bunyi ketukan pada mesin (knocking) atau detonasi. Hal ini terutama berbahaya bagi kendaraan berteknologi tinggi, yang mesinnya sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar.
Dampak Negatif Pencampuran Pertalite dan Pertamax
Yannes memaparkan lebih lanjut mengenai dampak negatif pencampuran Pertalite dan Pertamax. Ia menekankan bahwa ketidakstabilan pembakaran akibat pencampuran yang tidak sesuai kebutuhan mesin akan meningkatkan risiko knocking pada mesin beroktan tinggi. Selain itu, efisiensi termal mesin juga akan menurun, yang berarti konsumsi bahan bakar akan meningkat.
Tidak hanya itu, perbedaan karakteristik aditif antara kedua jenis bensin juga berdampak buruk. Hal ini dapat memengaruhi kebersihan ruang bakar dan sistem injeksi. Dalam jangka panjang, pencampuran yang tidak tepat dapat merusak komponen mesin dan menurunkan performa kendaraan secara signifikan. Bayangkan, biaya perawatan yang membengkak akibat kerusakan mesin hanya karena mencampur BBM secara sembarangan.
Dari sisi ekonomi, praktik mencampur RON 90 dengan RON 95 secara ilegal jelas merugikan konsumen. Kualitas bahan bakar tidak terjamin, dan potensi peningkatan biaya perawatan kendaraan menjadi ancaman nyata. Konsumen harus lebih cerdas dan bijak dalam memilih dan menggunakan bahan bakar yang tepat.
Rekomendasi Pakar ITB: Hindari Pencampuran Sembarangan
Sebagai penutup, Yannes memberikan saran yang sangat penting: hindari mencampur bahan bakar tanpa panduan teknis yang jelas. Jangan sampai niat untuk menghemat malah berujung pada kerusakan mesin dan biaya perbaikan yang jauh lebih mahal. Lebih baik menggunakan jenis BBM yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan masing-masing untuk menjaga performa dan umur pakai mesin.
Kesimpulannya, mencampur Pertalite dan Pertamax atau BBM dengan RON berbeda berisiko tinggi menimbulkan kerusakan pada mesin kendaraan dan berdampak negatif pada lingkungan. Penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami hal ini dan selalu menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.