Tips Jaga Mobil Listrik Tetap Prima Saat Dibiarkan Lama di Rumah
Pakar otomotif ITB bagikan langkah penting menjaga mobil listrik tetap prima saat ditinggal mudik Lebaran, termasuk perawatan baterai dan komponen elektrikal.

Apa, Siapa, Di mana, Kapan, Mengapa, dan Bagaimana? Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, memberikan panduan penting bagi pemilik mobil listrik berbasis baterai (BEV) yang akan meninggalkan kendaraannya dalam waktu lama, misalnya saat mudik Lebaran. Panduan ini mencakup langkah-langkah perawatan baterai dan komponen elektrikal untuk menjaga performa mobil tetap optimal. Informasi ini dibagikan melalui wawancara dengan ANTARA di Jakarta pada Sabtu, 29 Maret.
Meninggalkan mobil listrik dalam jangka waktu panjang memerlukan perhatian khusus, berbeda dengan mobil berbahan bakar fosil (ICE). Perawatan yang tepat akan mencegah kerusakan pada baterai dan komponen kelistrikan, sehingga mobil tetap dalam kondisi prima saat digunakan kembali. Langkah-langkah ini penting dilakukan untuk menghindari masalah teknis dan kerusakan yang dapat menimbulkan biaya perbaikan yang tinggi.
Yannes menekankan pentingnya perawatan menyeluruh, mulai dari membersihkan bodi mobil hingga menonaktifkan sistem elektronik. Perawatan ini bertujuan untuk melindungi mobil dari kerusakan akibat kotoran, suhu ekstrem, dan pengosongan daya baterai. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pemilik mobil listrik dapat memastikan kendaraan mereka tetap terawat dengan baik meskipun dibiarkan dalam waktu lama.
Perawatan Bodi dan Penyimpanan Mobil Listrik
Sebelum fokus pada komponen kelistrikan, Yannes menyarankan untuk membersihkan mobil secara menyeluruh, termasuk bagian bawah dan sela-sela bodi. Hal ini untuk mencegah korosi atau kerusakan akibat kotoran yang menumpuk. Setelah bersih, mobil sebaiknya disimpan di tempat yang teduh dan kering. Gunakan penutup mobil berbahan breathable untuk melindungi dari debu dan sinar UV, namun tetap memungkinkan sirkulasi udara.
Suhu penyimpanan juga penting. Yannes merekomendasikan suhu ideal antara 15-25°C. Suhu ekstrem dapat mempercepat degradasi baterai. Dengan menjaga suhu penyimpanan yang stabil, usia pakai baterai dapat diperpanjang.
Pemilihan tempat parkir yang tepat sangat krusial. Hindari tempat parkir yang terpapar sinar matahari langsung atau suhu yang terlalu dingin. Tempat yang teduh dan terlindung akan membantu menjaga suhu baterai tetap stabil.
Perawatan Baterai dan Sistem Elektronik
Baterai merupakan komponen terpenting pada mobil listrik. Yannes menyarankan untuk mengisi baterai hingga 40-60 persen sebelum menyimpan mobil. Tingkat pengisian ini ideal untuk menjaga kesehatan sel baterai dalam jangka panjang. Jangan mengisi baterai hingga penuh atau terlalu kosong karena dapat merusak sel baterai.
Setelah itu, cabut kabel pengisi daya dan pastikan tidak ada koneksi ke sumber listrik untuk menghindari risiko arus pendek atau overcharge. Langkah ini penting untuk mencegah kerusakan pada sistem kelistrikan mobil. Pastikan juga tidak ada perangkat yang terhubung ke stop kontak di mobil.
Selanjutnya, nonaktifkan semua sistem elektronik, termasuk fitur connected car dan keyless entry. Ini untuk menghemat daya baterai 12V yang dapat tekor jika dibiarkan aktif terlalu lama. Mematikan sistem elektronik juga membantu mencegah potensi masalah pada sistem kelistrikan mobil.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat memastikan mobil listrik Anda tetap dalam kondisi prima meskipun dibiarkan dalam waktu lama. Perawatan yang tepat akan memperpanjang usia pakai baterai dan mencegah kerusakan pada komponen kelistrikan.
Ingatlah, perawatan mobil listrik sedikit berbeda dengan mobil konvensional. Perhatian khusus pada baterai dan sistem elektronik sangat penting untuk menjaga performa dan keamanan kendaraan Anda.