1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Ketua DPD DKI jakarta Gema Nusantara : Banyak Pejabat Bermasalah, Mau Dibawa Kemana Kesehatan DKI

Penulis : Heri Tambora

11 Maret 2019 21:40

Asep Heran Terhadap Keputusan Anies Baswedan

Banyak pengamat menilai bahwa lelang jabatan 2018 dan proses demosi, rotasi, mutasi dan promosi 2019 terkesan asal asal karena tidak berdasarkan kinerja dan alasan yang jelas. Bahkan rumornya sampai ada praktek jual beli jabatan dengan orang dalam yang diduga bisa mengatur penempatan ASN. Salah satu perombakan yang dilakukan Anies Baswedan adalah di Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta banyak membawa pertanyaan di publik. Masalahnya pejabat Dinkes yang di pilih dan di lantik Anies Baswedan tumpukan orang orang bermasalah pada masa lalu terutama dalam kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan. Hal tersebut disampaikan oleh Asep Firdaus, Ketua DPD DKI Jakarta Gerakan Muda Nusantara (Gema Nusantara) dalam siaran persnya sore ini (5/3) yang disebar melalui media sosial. Menurut Asep biasa Asep Firdaus dipanggil tumpukan pejabatan di Dinkes DKI itu mulai dari pimpinan tinggi sampai pada kepala bidang (kabid) rata rata kasus terkait penggelapan dan penyalahgunaan wewenang. "Mulai dari kasus penggelapan mobil ambulans di Jakbar, kasus hilangnya berkas pasien Gakin/SKTM, kasus Penunjukan langsung Verifikator KJS, dan pemotongan dana BOK" papar Asep dalam siaran persnya. Bagi Asep dirinya heran terhadap Anies Baswedan yang mengambil keputusan tanpa melihat track record pejabatnya sebelum dilantik, apalagi dalam pilkada DKI kemarin pejabat dinkes yang saat ini menduduki kursi jabatan adalah ahoker. Sehingga hal tersebut membuat dirinya tidak merasa yakin jika kinerja dinkes DKI akan lebih baik dari era sebelumnya karena dinkes hanya menjadi tempat menumpuknya orang orang yang diduga melakukan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang. "Bisa bisa dinas kesehatan malah jadi dinas kesakitan jika komposisinya seperti ini. Dan tidak tertutup kemungkinan pajabat yang sekarang hanya untuk menutup korupsi yang dilakukan pejabat masa lalu karena pejabat yang duduk sekarang adalah bagian dari lingkaran pejabat masa lalu" ungkap Asep.(ril/ag)

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : heritambora

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam