1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. METRO
Muak dan Lelah Diperkosa Selama 2 Tahun, Gadis Remaja ini Bunuh Ayah Kandungnya!

Penulis : mulan

8 Agustus 2017 16:58

Muak selalu diperkosa selama dua tahun, seorang remaja putri berusia 16 tahun di India membunuh ayah kandungnya sendiri.

Perempuan dari sebuah desa di Distrik Sambhal, Negara Bagian Uttar Pradesh tersebut, mengakui kepada polisi memukul ayahnya memakai tongkat ketika kembali mau memerkosanya, Kamis (5/10/2017).

Warga desanya membela gadis malang tersebut di hadapan polisi. Mereka mengatakan kepada aparat bahwa ayah perempuan itu terkenal pemabuk dan memunyai perilaku buruk.

Bahkan, warga juga mengakui kepada polisi bahwa laki-laki tersebut membunuh istri sekaligus ibu gadis itu 9 tahun lalu.

Polisi kekinian meminta gadis itu melakukan sejumlah tes medis untuk memverifikasi alasannya membunuh sang ayah.

Penyidik kasus itu, Subinspektur Shamshad Ali mengatakan, gadis itu menyerahkan diri ke kantor polisi pada Selasa (3/10). Ketika itu ia ditemani adik perempuan dan tetangganya.

"Gadis itu mengatakan kepada kami bahwa ayahnya selalu memerkosa dia selama dua tahun terakhir. Karena tak lagi tahan, dia membunuh sang ayah," tutur Ali seperti dilansir IBTimes, Jumat (6/10).

Dulu, kata dia, gadis tersebut telah mengadukan perbuatan ayahnya kepada sang ibu yang buta. Namun, ibunya tak bisa berbuat apa-apa untuk membela dirinya.

"Kalau ayahnya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, ia memukul istrinya dan memerkosa anaknya," terang Ali.

Polisi telah mengajukan kasus perkosaan terhadap ayah almarhum memakai Undang-Undang Pelanggaran Seksual (POCSO). Tuntutan itu tetap dilakukan meski si ayah sudah tewas, agar gadis tersebut terbebas dari hukuman pembunuhan.

"Investigasi telah dimulai dan berdasarkan bukti, polisi akan melakukan tindakan lebih lanjut. Kami juga meminta pendapat ahli hukum mengenai kasus ini," ungkap Inspektur Polisi Tambahan (Sambhal) Pankaj Kumar Pandey kepada surat kabar The Indian Express.

sumber
  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : mulan

KOMENTAR ANDA

Artikel Lainnya

Mengapa anda tidak ingin melihat berita ini ?

X
  • Ini mengganggu dan atau tidak etis
  • Tak seharusnya ada di Planet Merdeka
  • Spam