Timnas Indonesia Waspada Strategi Bola Mati Bahrain di Laga Kualifikasi Piala Dunia
Timnas Indonesia harus mewaspadai kekuatan bola mati Bahrain, terutama tendangan bebas dan sepak pojok, untuk mengamankan kemenangan di laga kualifikasi Piala Dunia 2026.

Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat melawan Timnas Bahrain dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (25/3). Pertandingan ini krusial bagi Indonesia untuk menjaga asa lolos ke putaran selanjutnya. Salah satu fokus utama Timnas Indonesia adalah mengantisipasi keunggulan Bahrain dalam mengeksekusi bola mati, khususnya tendangan bebas dan sepak pojok, yang telah terbukti efektif dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Kekhawatiran ini berdasar pada pengalaman pahit di pertemuan pertama kedua tim di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Oktober lalu. Indonesia takluk 2-2, dengan dua gol Bahrain berasal dari situasi bola mati; satu dari tendangan bebas dan satu dari tendangan sudut, keduanya dicetak oleh Mohamed Marhoon. Kegagalan dalam mengantisipasi bola mati juga terlihat jelas pada kekalahan telak 1-5 dari Australia di babak kualifikasi yang sama, di mana tiga gol Australia berawal dari situasi serupa.
Kelemahan Indonesia dalam menghadapi bola mati menjadi sorotan utama. Statistik menunjukkan persentase kemenangan duel udara Indonesia yang masih rendah, yaitu 35 persen dari tujuh pertandingan babak kualifikasi putaran ketiga, jauh di bawah Bahrain yang mencapai 44 persen. Oleh karena itu, persiapan matang dan strategi khusus sangat dibutuhkan untuk mengatasi kelemahan ini dan mengamankan tiga poin di kandang.
Ancaman Bola Mati Bahrain dan Strategi Timnas Indonesia
Kekuatan Bahrain dalam situasi bola mati bukan hanya ancaman bagi pertahanan Indonesia. Analisis pertandingan sebelumnya menunjukkan dominasi Bahrain dalam duel udara dan darat. Dalam pertandingan melawan Jepang, Bahrain unggul 62 persen dalam duel darat dan 47 persen dalam duel udara, menunjukkan konsistensi performa mereka. Melihat hal ini, Timnas Indonesia telah melakukan persiapan khusus untuk menghadapi ancaman ini.
Sebagai antisipasi, empat kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, Emil Audero, Ernando Ari, dan Nadeo Argawinata, menjalani latihan intensif untuk mengantisipasi umpan silang dari tendangan sudut. Latihan yang dipimpin pelatih kiper Sjoerd Woudenberg ini fokus pada pemotongan jalur umpan di udara dan transisi cepat ke serangan balik. Selain itu, latihan satu lawan satu dan tendangan jarak dekat juga diberikan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan dari lawan.
Pelatih fisik Quentin Jacoba juga memberikan menu latihan duel satu lawan satu kepada 24 pemain outfield. Latihan ini tidak hanya fokus pada aspek lari, tetapi juga pada adu fisik antar pemain untuk meningkatkan kemampuan dalam duel darat. Semua persiapan ini menunjukkan keseriusan Timnas Indonesia dalam menghadapi tantangan yang akan dihadapi.
Selain itu, tim pelatih juga telah menganalisis kekuatan lawan secara detail. Salah satu pemain yang menjadi perhatian khusus adalah Mohamed Marhoon, pencetak dua gol Bahrain di pertemuan pertama. Marhoon dinilai sebagai pemain berbahaya yang harus dikawal ketat.
Mohamed Marhoon: Ancaman Utama dari Bahrain
Mohamed Marhoon, pemain Kuwait SC, menjadi sorotan utama karena performanya yang gemilang di pertemuan pertama, mencetak dua gol dan mendapatkan rating tertinggi dari Sofascore sebesar 8.8. Ia juga menunjukkan kontribusi signifikan dalam aspek menyerang lainnya. Kepercayaan dirinya semakin tinggi setelah Bahrain menjuarai Piala Teluk 2024, di mana Marhoon berperan penting dalam keberhasilan timnya.
Marhoon konsisten tampil impresif di Piala Teluk, selalu berkontribusi dalam gol, baik mencetak gol maupun memberikan assist. Di final melawan Oman, ia mencetak satu gol dan memberikan satu assist, membawa Bahrain meraih kemenangan 2-1. Dengan catatan 19 gol untuk Timnas Bahrain, Marhoon menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Indonesia.
Pertandingan melawan Indonesia akan menjadi laga ke-75 Marhoon untuk Bahrain. Rekor dan performanya yang luar biasa menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Indonesia. Pengawalan ketat terhadap Marhoon menjadi kunci untuk membatasi ancaman dari Bahrain.
Kemenangan Satu-satunya Target Timnas Indonesia
Timnas Indonesia datang ke pertandingan ini dengan tekad bulat untuk meraih kemenangan. Marselino Ferdinan, pemain Timnas Indonesia, menegaskan bahwa timnya hanya mengincar kemenangan dan tidak akan berkompromi dengan hasil imbang atau kekalahan. Kemenangan akan menjaga peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, baik melalui putaran keempat maupun sebagai runner-up grup.
Timnas Indonesia telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan dari Australia. Patrick Kluivert, pelatih Timnas Indonesia, menyatakan bahwa kondisi tim saat ini sangat baik, baik dari segi mentalitas maupun persiapan. Dukungan dari suporter di SUGBK juga diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi pemain.
Dengan bermain di kandang sendiri, Timnas Indonesia berharap dapat memanfaatkan dukungan penuh dari suporter untuk meraih kemenangan. Kemenangan menjadi satu-satunya tujuan dan tidak ada pilihan lain selain meraih tiga poin untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan kapasitas dan kualitasnya di kancah internasional.