Indonesia Siap Gelar Kejuaraan Dunia Gimnastik 2025: 60 Persen Anggaran dari APBN
Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 di Jakarta akan dibiayai 60 persen dari APBN, sisanya dari sponsor, dengan persiapan yang diapresiasi FIG.

Jakarta, 4 April 2024 (ANTARA) - Indonesia bersiap menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025. Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yulianti, mengumumkan bahwa 60 persen dari total anggaran kejuaraan yang akan digelar di GBK Arena, Jakarta, pada 19-25 Oktober 2025, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Keuangan tengah mengevaluasi pengajuan anggaran tersebut.
Selain APBN, dana kejuaraan juga akan diperoleh dari sponsor yang dikelola melalui Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) Kemenpora. FGI menerapkan strategi efisiensi dengan mengurangi pengeluaran di beberapa sektor, yang kemudian ditangani oleh sponsor. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir beban APBN. Meskipun demikian, Ita Yulianti enggan merinci nominal anggaran yang diajukan.
Persiapan teknis juga menjadi fokus utama. Pencahayaan di GBK Arena, meskipun sudah baik, masih perlu beberapa perbaikan untuk optimalisasi kompetisi dan siaran televisi. FGI akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memastikan pencahayaan tambahan terpenuhi.
Kesuksesan Tergantung Persiapan yang Matang
Presiden Komite Teknis Gimnastik Artistik Putra FIG, Andrew Tombs, memberikan apresiasi positif terhadap kesiapan Indonesia. Ia menilai fasilitas yang disediakan telah memenuhi standar internasional, bahkan lebih unggul dari beberapa kejuaraan sebelumnya. Tombs menekankan pentingnya kenyamanan atlet dan yakin Indonesia telah mempersiapkan segalanya dengan baik. "Kondisi di sini sangat baik, bahkan lebih unggul dibanding beberapa kejuaraan sebelumnya. Yang paling penting adalah memastikan kenyamanan atlet, dan saya yakin Indonesia telah menyiapkan segalanya dengan sangat baik," ujar Tombs.
Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang bergengsi yang memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga internasional, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat terhadap gimnastik dan mendorong perkembangan olahraga ini di Tanah Air. Suksesnya penyelenggaraan kejuaraan ini akan menjadi bukti nyata komitmen Indonesia dalam mengembangkan dunia olahraga.
Dengan dukungan pemerintah dan sponsor, serta persiapan yang matang, Indonesia optimis dapat menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 dengan sukses. Komitmen untuk menyediakan fasilitas terbaik dan memastikan kenyamanan atlet menjadi prioritas utama. Kejuaraan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan gimnastik di Indonesia.
Efisiensi Anggaran dan Dukungan Sponsor
Salah satu strategi kunci keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini adalah efisiensi anggaran. FGI secara aktif mencari peluang kemitraan dengan sponsor untuk mengurangi beban APBN. Kerjasama dengan sponsor tidak hanya mencakup pendanaan, tetapi juga mencakup aspek teknis seperti penyediaan LED di GBK Arena. Strategi ini menunjukkan komitmen FGI dalam pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab dan transparan.
Dukungan sponsor menjadi elemen penting dalam keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan kelas dunia. Kerjasama yang baik antara FGI dan sponsor akan memastikan tersedianya sumber daya yang dibutuhkan untuk mendukung kelancaran acara. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pihak swasta dan pemerintah dalam memajukan dunia olahraga di Indonesia.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sponsor, diharapkan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 di Jakarta akan berjalan lancar dan sukses. Kejuaraan ini akan menjadi ajang yang membanggakan bagi Indonesia dan sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi gimnastik Indonesia di kancah internasional.
Penyelenggaraan kejuaraan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan. Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Secara keseluruhan, persiapan Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 di Jakarta menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menyelenggarakan event olahraga internasional berskala besar. Komitmen pemerintah, dukungan sponsor, dan persiapan teknis yang matang menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan kejuaraan ini.
Semoga Kejuaraan Dunia Gimnastik Artistik 2025 di Jakarta akan menjadi ajang yang sukses dan berkesan, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga gimnastik di Indonesia.