1. MERDEKA.COM
  2. >
  3. PLANET MERDEKA
  4. >
  5. SPORT

Lama tak muncul begini kabar pemain sepak bola Ramon Rodriguez yang berbenturan dengan Choirul Huda

Penulis : Aleolea Sponge

25 April 2018 11:38

Ramon kini telah hijrah ke sebuah klub yang ada di Thailand

Planet Merdeka - Sepak bola tanah air pada pertengahan Oktober 2017 lalu telah dirundung duka yang menadalam atas meninggalnya kiper handalnya Persela Choirul Huda. Saat itu, Choirul Huda yang merupakan sosok kiper Persela Lamongan harus kehilangan nyawanya saat melawan Semen Padang.

Peristiwa itu terjadi usai Choirul Huda bertabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Saat itu, mereka sama-sama mengamankan gawang dari ancaman pemain Semen Padang. 

Akibatnya, dada Choirul Huda terkena benturan kaki Ramon Rodrigues. Choirul Huda tak sadarkan diri dan langsung dibawa ke rumah sakit RSUD Dr Soegiri untuk mendapatkan perawatan.

Sebelum tak sadarkan diri, ia sempat sadar dan merintih kesakitan. Beberapa saat kemudian tim medis mendatangi Choirul Huda untuk memeriksanya. Mereka kemudian membawa Choirul Huda ke luar lapangan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Walaupun, pada akhirnya nyawa Choirul Huda tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, pasca benturan itu, Ramon juga tertangkap kamera. Usai menyaksikan Huda mendapatkan perawatan medis, Ramon tampak duduk di depan gawang sambil tertegun.

Namun sayang, usai mendapatkan perawatan intensif dari dokter, kiper bernomor punggung satu tersebut meninggal dunia. Untuk itu, peran kiper langsung digantikan oleh Ferdiansyah saat pertandingan masih berlanjut.

Di media sosial, banyak orang yang mengunggah postingan untuk pria kelahiran 1979 tersebut. Pasca peristiwa itu, Ramon pun tampak begitu terpukul.

Ramon Rodrigues merasakan penyesalan yang luar biasa ketika mengetahui Choirul Huda meninggal dunia usai terlibat benturan dengan dirinya. Pemain asal Brasil itu sangat terpukul dengan kematian sahabatnya itu.

2 dari 6 halaman

Tabrakan maut

Pasca kejadian tersebut, ketika para medis berusaha membantu Choirul Huda, Ramon hanya terduduk menatap ke arah gawannya sendiri. Akhirnya di laman instagram, Ramon mengungkapkan curahan hatinya melalui bahasa portugis yang digunakan warga negara Brasil, versi Inggris dan Bahasa Indonesia.

Dalam curhatannnya itu, ia mengerti orang-orang murka kepadanya usai peristiwa itu. Dirinya tidak pernah membayangkan peristiwa itu bisa berakhir tragis.

3 dari 6 halaman

Curhatan Roman pasca meninggalnya Choirul Huda

Gostaria de agradecer as orações, ligações, mensagens de apoio e carinho de todos! Nunca imaginamos que tais fatalidades possam ocorrer conosco, infelizmente aconteceu, não tenho palavras para descrever tal sentimento. Huda, Só peço que Deus abençoe e conforte seus familiares e te receba de braços abertos. "Lendas não morrem, deixam para nós heranças" Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa, panggilan, pesan dukungan dan semua kasih sayang Anda! Kami tidak pernah membayangkan kematian seperti ini, sayangnya hal itu terjadi, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan seperti itu. Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, dan semoga Tuhan terbuka lebar. "Legenda tidak pernah mati, kamu akan selalu hidup" I would like to thank the prayers calls messages of support and affection of all! Huda, I just ask God to bless and comfort your family and welcome you with open arms. "Legends do not die, live forever" #respect

A post shared by Ramon (@rrmramon) on

Gostaria de agradecer as orações, ligações, mensagens de apoio e carinho de todos!
Nunca imaginamos que tais fatalidades possam ocorrer conosco, infelizmente aconteceu, não tenho palavras para descrever tal sentimento.
Huda, Só peço que Deus abençoe e conforte seus familiares e te receba de braços abertos. "Lendas não morrem, deixam para nós heranças"

Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa, panggilan, pesan dukungan dan semua kasih sayang Anda!
Kami tidak pernah membayangkan kematian seperti ini, sayangnya hal itu terjadi, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan seperti itu. Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, dan semoga Tuhan terbuka lebar.
"Legenda tidak pernah mati, kamu akan selalu hidup"

I would like to thank the prayers calls messages of support and affection of all!
Huda, I just ask God to bless and comfort your family and welcome you with open arms.
"Legends do not die, live forever"
#respect,"tulis Ramon saat itu.

Setelah hampir 5 bulan berlalu setelah peristiwa itu, Ramon tak lagi bermain untuk Persela. Dia kini telah hijrah ke sebuah klub yang ada di Thailand, yaitu Nongbua Pitchaya.

4 dari 6 halaman

Ramon di hijrah ke sebuah klub yang ada di Thailand, yaitu Nongbua Pitchaya.

Ramon juga cukup sering mengunggah sejumlah aktivitasnya di akun Instagram miliknya @rrramon.

5 dari 6 halaman

Ramon bersama kekasihnya

Ramon terlihat sangat romantis dan menghabiskan waktu bersama kekasihnya.

  • Merdeka.com tidak bertanggung jawab atas hak cipta dan isi artikel ini, dan tidak memiliki afiliasi dengan penulis
  • Untuk menghubungi penulis, kunjungi situs berikut : aleole

KOMENTAR ANDA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Artikel Lainnya