H-3 Lebaran 2025: Jalur Nagreg Mulai Dipadati Pemudik, Puncak Arus Mudik Diperkirakan Hari Ini
Jalur Nagreg dipadati pemudik pada H-3 Lebaran 2025, peningkatan arus kendaraan signifikan menuju Garut dan Tasikmalaya, puncak arus mudik diperkirakan terjadi hari ini.
Bandung, 28 Maret 2025 - Arus mudik Lebaran 2025 mulai terasa di jalur selatan, tepatnya di jalur Nagreg yang menghubungkan Bandung menuju Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, hingga Jawa Tengah. H-3 Lebaran, tepatnya sejak pukul 04.30 WIB, selepas sahur, jalur ini mulai dipadati kendaraan pemudik. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat dengan plat nomor D, Z, F, dan B terlihat memadati jalan, membawa barang bawaan untuk merayakan Lebaran di kampung halaman.
Kemacetan mulai terlihat sejak simpang empat gerbang tol Cileunyi. Tidak hanya kendaraan pribadi, mobil truk, elf, dan bus antar kota yang penuh penumpang juga turut meramaikan jalur tersebut. Sekitar pukul 05.00 WIB, arus kendaraan sempat tersendat di pertigaan Jalan Raya Nagreg dan jalan keluar Lingkar Nagreg, disebabkan oleh tingginya volume kendaraan dan perlintasan sebidang kereta api.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung hingga pukul 12.00 WIB, tercatat 67.916 unit kendaraan menuju Garut/Tasikmalaya. Jumlah ini diprediksi akan melampaui jumlah kendaraan yang melintas pada 27 Maret 2025, yang mencapai 74.799 unit hingga pukul 24.00 WIB. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, angka tersebut lebih rendah 31,61 persen, meskipun mengalami peningkatan 18,99 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Puncak Arus Mudik Diperkirakan Hari Ini
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada hari ini, 28 Maret 2025. "Hasil survei menunjukkan, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 28 Maret 2025 dengan potensi jumlah pergerakan masyarakat sebanyak 12,1 juta orang dengan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA/bekerja dari mana saja)," kata Menhub dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2025 di Jakarta, Jumat (14/3).
Peningkatan jumlah pemudik yang signifikan di jalur Nagreg ini menunjukkan prediksi Menhub tersebut cukup akurat. Kepadatan kendaraan yang terjadi sejak pagi menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Pihak berwenang diimbau untuk terus memantau dan mengantisipasi potensi kemacetan di jalur Nagreg dan sekitarnya. Pengaturan lalu lintas dan antisipasi terhadap berbagai kemungkinan kendala perlu dilakukan untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
Antisipasi Kemacetan di Jalur Nagreg
Pemerintah daerah dan kepolisian setempat telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain meningkatkan patroli, menambah petugas di titik-titik rawan macet, dan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara dan antisipasi terhadap potensi kemacetan juga terus dilakukan. Himbauan untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh juga disampaikan kepada para pemudik.
Meskipun jumlah kendaraan yang melintas di jalur Nagreg pada H-3 Lebaran 2025 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun kepadatan lalu lintas tetap perlu diwaspadai. Antisipasi dini dan koordinasi yang baik antar instansi terkait sangat penting untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat, dan beristirahat secara berkala selama perjalanan untuk menghindari kecelakaan.
Dengan adanya peningkatan jumlah pemudik di jalur Nagreg, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat terus meningkatkan koordinasi dan antisipasi untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.
Diharapkan pula para pemudik dapat mempersiapkan perjalanan dengan matang dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.