Indonesia: Perintis Riset Vaksin TBC Global, Target Eradikasi 2029
Indonesia berperan aktif dalam riset vaksin tuberkulosis (TBC) global, ditandai dengan partisipasi dalam uji klinis Vaksin TB M72 dan target eradikasi TBC pada 2029.
Indonesia memainkan peran penting dalam upaya global memerangi tuberkulosis (TBC). Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Rizka Andalucia, mengumumkan bahwa Indonesia aktif terlibat dalam riset vaksin TBC di tingkat internasional. Partisipasi ini merupakan bukti komitmen Indonesia dalam upaya global untuk memberantas penyakit mematikan ini.
Keaktifan Indonesia di kancah internasional, khususnya melalui peran Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebagai co-chair dalam TB Vaccine Accelerator bersama Menteri Kesehatan Brazil, menjadi salah satu faktor pendorong utama. Hal ini sejalan dengan peluncuran TB Vaccine Accelerator Council oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2023, yang bertujuan untuk mempercepat pengembangan dan akses vaksin TBC baru secara adil.
Partisipasi Indonesia dalam uji klinis Vaksin TB M72 merupakan langkah nyata dalam komitmen ini. Uji klinis ini melibatkan 1.800 peserta di Indonesia, dengan target 2.000 peserta. Indonesia menjadi satu-satunya lokasi uji klinis di Asia, bersama Afrika Selatan dan negara-negara lain di Afrika, yang menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kapabilitas riset kesehatan Indonesia.
Uji Klinis Vaksin TB M72 dan Harapan Eradikasi TBC
Indonesia aktif berpartisipasi dalam uji klinis Vaksin TB M72, sebuah vaksin kandidat yang menjanjikan dalam upaya melawan TBC. Dengan melibatkan lebih dari 1.800 peserta, Indonesia berkontribusi signifikan terhadap pengembangan vaksin ini. Target 2.000 peserta menunjukkan komitmen Indonesia untuk memberikan data yang kuat dan akurat dalam uji klinis global ini.
Sebagai satu-satunya lokasi uji klinis di Asia, Indonesia menunjukkan kapabilitas dan komitmennya dalam riset kesehatan global. Kerja sama internasional ini diharapkan dapat menghasilkan vaksin yang efektif dan terjangkau untuk seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Rizka Andalucia berharap uji klinis akan selesai pada tahun 2028, dan vaksinasi dapat dimulai pada tahun 2029. Hal ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mengentaskan kasus TBC di Indonesia.
Target Pemerintah dalam Penanggulangan TBC
Pengentasan TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TB. Pemerintah menargetkan penurunan tingkat insiden TBC dari 388 per 100.000 penduduk pada tahun ini menjadi 163 per 100.000 penduduk pada tahun 2025.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kematian akibat TBC hingga 75 persen pada tahun 2025. Target ambisius ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam memerangi TBC dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Partisipasi aktif dalam riset vaksin TBC merupakan salah satu strategi kunci untuk mencapai target tersebut. Dengan pengembangan vaksin yang efektif, diharapkan upaya penanggulangan TBC akan semakin efektif dan efisien.
Apresiasi dan Kolaborasi
Rizka Andalucia menyampaikan apresiasi kepada para peneliti dan dokter Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam uji klinis Vaksin TB M72. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan eliminasi TBC baik di tingkat nasional maupun global. "Mari kita memperkuat kembali komitmen dan kolaborasi kita untuk mencapai tujuan eliminasi terhadap TB baik secara nasional maupun global," ucapnya.
Keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, lembaga riset, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, Indonesia diharapkan dapat mencapai target eliminasi TBC dan berkontribusi dalam upaya global untuk memberantas penyakit ini.
Partisipasi aktif Indonesia dalam riset vaksin TBC merupakan langkah strategis dalam upaya penanggulangan TBC. Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, Indonesia diharapkan dapat mencapai target eradikasi TBC pada tahun 2029 dan berkontribusi signifikan dalam upaya global untuk memberantas penyakit ini.