Kemendagri Siapkan Retret Gelombang Dua untuk 25 Kepala Daerah
Kemendagri tengah mempersiapkan retret gelombang kedua untuk 25 kepala daerah yang belum mengikuti gelombang pertama, dengan lokasi dan konsep yang lebih minimalis.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia bersiap menggelar retret gelombang kedua bagi kepala daerah yang belum berpartisipasi dalam gelombang pertama. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, di Solo, Jawa Tengah, Kamis lalu. Retret ini ditujukan untuk para kepala daerah yang, karena berbagai alasan, belum dapat mengikuti sesi pertama.
Menurut Wamendagri Bima Arya, terdapat sekitar 49 kepala daerah yang belum mengikuti retret gelombang pertama. Penyebabnya beragam, mulai dari kesibukan pemerintahan hingga proses hukum yang sedang dijalani. Gelombang kedua ini akan mengakomodasi sebagian besar dari mereka.
Bima Arya menjelaskan, "Sebagian dari ini akan mengikuti gelombang kedua, yaitu yang teman-teman di Bali nggak sempat ikut, kemudian ada yang gugatannya ditolak di Mahkamah Konstitusi." Pernyataan ini memberikan gambaran mengenai keragaman alasan yang menyebabkan para kepala daerah tersebut belum dapat berpartisipasi dalam program retret.
Retret Gelombang Kedua: Lokasi dan Anggaran
Wamendagri memastikan bahwa anggaran untuk retret gelombang kedua telah disiapkan. "Anggaran sudah disiapkan semua, kami kan sudah hitung. Jadi anggaran retret ini memang untuk seluruh kepala daerah, tinggal nanti konsepnya lebih disederhanakan saja," ujarnya. Meskipun demikian, Kemendagri akan menerapkan konsep yang lebih minimalis untuk efisiensi dan menyesuaikan jumlah peserta.
Saat ini, Kemendagri tengah merumuskan mekanisme pelaksanaan retret gelombang kedua. Terkait lokasi, Bima Arya menyebutkan beberapa kemungkinan. "Tempatnya belum bisa dipastikan, bisa di Magelang, bisa di tempat lain dengan konsep yang lebih minimalis, kira-kira 25-30 kepala daerah," katanya. Keputusan final mengenai lokasi akan diumumkan setelah proses perencanaan selesai.
Dengan jumlah peserta sekitar 25-30 kepala daerah, retret gelombang kedua ini akan memiliki skala yang lebih kecil dibandingkan gelombang pertama. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menyederhanakan konsep dan efisiensi anggaran.
Gelombang Ketiga Setelah PSU Selesai
Bima Arya juga menjelaskan bahwa akan ada gelombang ketiga setelah seluruh proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) selesai. "Karena ada daerah yang PSU-nya total keseluruhan, akan kami alokasikan untuk gelombang terakhir, ketiga. Jadi semuanya ada tiga," jelasnya. Ini menunjukkan komitmen Kemendagri untuk memastikan semua kepala daerah dapat berpartisipasi dalam program retret.
Dengan demikian, pelaksanaan retret bagi kepala daerah akan dilakukan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama telah selesai, gelombang kedua akan segera dilaksanakan dengan jumlah peserta yang lebih sedikit dan konsep yang lebih minimalis, dan gelombang ketiga akan menunggu selesainya seluruh proses PSU.
Kemendagri berkomitmen untuk memastikan seluruh kepala daerah mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti program retret ini. Proses perencanaan dan pelaksanaan retret gelombang kedua dan ketiga terus dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas.