Khofifah Tinjau Kesiapan Dermaga Kapal Cepat Banyuwangi-Bali: Target Operasional Juni 2025
Gubernur Khofifah meninjau kesiapan dermaga kapal cepat di Banyuwangi, menargetkan operasional rute Banyuwangi-Bali pada Juni 2025, dan menekankan pentingnya nuansa Banyuwangi dalam desain pelabuhan.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, pada Jumat (4/4) melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Pengumpan Regional Marina Boom, Banyuwangi. Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan infrastruktur dermaga kapal cepat yang akan melayani rute Banyuwangi-Denpasar (Bali). Kesiapan ini dinilai penting menjelang rencana operasional kapal cepat yang dijadwalkan pada Juni 2025. Khofifah menekankan pentingnya integrasi desain pelabuhan dengan identitas lokal Banyuwangi.
"Menjelang proses operasional kapal cepat rute Banyuwangi-Denpasar (Bali) saya ingin mengecek kesiapan infrastruktur di Marina Boom. Nanti operatornya akan ke sini lagi mengecek kelengkapan-kelengkapan yang dibutuhkan," ujar Gubernur Khofifah. Ia berharap agar seluruh aspek, mulai dari infrastruktur hingga desain interior ruang tunggu penumpang, mencerminkan kekhasan budaya Banyuwangi.
Proyek ini diharapkan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Banyuwangi dan Jawa Timur. Dengan beroperasinya kapal cepat ini, waktu tempuh perjalanan dari Bali ke Banyuwangi akan lebih singkat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut. Selain itu, aksesibilitas yang lebih baik juga diproyeksikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Desain Nuansa Banyuwangi dan Potensi Ekonomi
Khofifah secara khusus meminta agar desain ruang tunggu penumpang kapal cepat di Marina Boom mengedepankan nuansa Banyuwangi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk memperkuat branding dan identitas lokal. "Untuk ruang tunggu penumpang, desain dengan nuansa Banyuwangi-an," tegas Gubernur Khofifah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang unik dan berkesan bagi para penumpang.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik usulan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah konsisten dalam mengusung nuansa Banyuwangi dalam berbagai infrastruktur publik, seperti Stasiun Banyuwangi Kota yang baru direvitalisasi dan Bandara Banyuwangi. Konsistensi ini diharapkan dapat menciptakan citra yang kuat dan mudah diingat bagi wisatawan.
Ipuk juga optimistis bahwa beroperasinya kapal cepat rute Banyuwangi-Bali akan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. Ia melihat potensi Banyuwangi untuk menjadi hub logistik dan transportasi di Jawa Timur. "Selain itu, dari sisi pariwisata juga menguntungkan karena wisatawan jadi punya banyak pilihan menuju Banyuwangi, terutama dengan kapal cepat, jarak tempuh dari Bali ke Banyuwangi bisa lebih singkat," jelas Bupati Ipuk.
Pengecekan Infrastruktur Pendukung
Selain meninjau dermaga kapal cepat, Gubernur Khofifah juga melakukan pengecekan terhadap persiapan pembangunan jembatan penghubung antara Dermaga LCM (Dermaga IV) dan Dermaga Bulusan. Pembangunan jembatan ini merupakan bagian penting dari upaya untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi di pelabuhan. Infrastruktur yang terintegrasi dan memadai diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional kapal cepat.
Kunjungan Khofifah ini menunjukkan komitmen pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung pengembangan infrastruktur dan konektivitas di Banyuwangi. Dengan adanya kapal cepat ini, diharapkan Banyuwangi dapat semakin berkembang sebagai destinasi wisata unggulan dan pusat ekonomi di Jawa Timur. Pemerintah daerah juga terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas di pelabuhan agar dapat memberikan pengalaman yang terbaik bagi para pengguna jasa.
Target operasional Juni 2025 menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan proyek ini. Semua pihak terkait terus bekerja keras untuk memastikan bahwa seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya.
Dengan adanya peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, diharapkan Banyuwangi dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik dan mudah dijangkau. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.