Pemkot Pekalongan Perluas Ruang Terbuka Hijau untuk Cegah Perubahan Iklim
Pemerintah Kota Pekalongan giat perluas ruang terbuka hijau (RTH) di berbagai lokasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih asri, menargetkan penambahan 1.200 meter persegi RTH hingga akhir 2024.
Pekalongan genjot perluasan ruang terbuka hijau (RTH) untuk melawan perubahan iklim. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, sedang gencar melakukan perluasan RTH di berbagai titik, termasuk di sempadan jalan dan lahan kosong. Langkah ini merupakan upaya aktif untuk mengurangi dampak pemanasan global dan perubahan iklim yang semakin terasa.
Pemkot Pekalongan berkomitmen menciptakan lingkungan yang lebih asri dan berkelanjutan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Sri Budi Santosa, menjelaskan bahwa pengembangan RTH merupakan strategi kunci dalam pencapaian tujuan tersebut. Salah satu proyek andalan adalah pengembangan kawasan Seruni Green Park, area sekitar jembatan Slamaran ke arah utara, dan penanaman pohon di sepanjang beberapa ruas jalan.
Program penghijauan di sepanjang jalan akan dimaksimalkan saat musim hujan. Menurut Sri Budi, hingga akhir tahun 2024, diharapkan akan ada penambahan luas RTH sekitar 1.200 meter persegi, menambah total luas RTH menjadi 109,64 hektare. "Tahun ini kita fokus di Seruni Green Park, jembatan Slamaran ke utara, dan sempadan jalan-jalan utama, terutama selama musim hujan," ujar Sri Budi.
Perawatan RTH menjadi prioritas. Tidak hanya penambahan, pemeliharaan RTH juga menjadi fokus Pemkot Pekalongan. Sri Budi, didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, Adi Usnan, menjelaskan bahwa pemantauan berkala akan dilakukan untuk memastikan kelangsungan hidup tanaman. "Tanaman yang mati akan segera diganti agar RTH tetap terjaga keindahan dan fungsinya," tambah Sri Budi.
Manfaat RTH dalam menghadapi perubahan iklim sangat signifikan. Lahan hijau berperan penting dalam menjaga keberlangsungan hidup kota, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Selain menghasilkan oksigen dan udara bersih, RTH juga membantu mengurangi dampak pemanasan global. Pemkot Pekalongan pun mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan menanam pohon di lahan kosong sekitar rumah mereka.
Sri Budi menambahkan, "Kami berharap masyarakat bisa menanam berbagai tanaman, tidak hanya untuk menambah keindahan dan tempat teduh, tetapi juga tanaman yang bermanfaat, misalnya tanaman buah-buahan." Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk keberhasilan program ini.
Kesimpulannya, Pemkot Pekalongan menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi perubahan iklim melalui perluasan RTH. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kota.