Polda Sulteng Perkuat Moderasi Beragama Cegah Radikalisme di Tojo Una-una
Polda Sulteng melalui Operasi Madago Raya melakukan penguatan moderasi beragama di Tojo Una-una, Sulawesi Tengah, guna mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi, menjadikan Desa Borone sebagai kampung percontohan.
Polda Sulteng, Kamis (23/1), menggelar penguatan moderasi beragama di Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari Operasi Madago Raya, dirancang untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi di wilayah tersebut. Desa Borone, Kecamatan Ampana Tete, dipilih sebagai lokasi utama kegiatan ini karena keragaman masyarakatnya yang tinggi.
AKBP Moh. Taufik, Kasatgas II Preemtif Operasi Madago Raya Polda Sulteng, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inovasi untuk memperkuat moderasi beragama di Sulawesi Tengah. Lebih lanjut, upaya ini juga mendukung keamanan dan ketertiban masyarakat serta pencegahan radikalisme dan intoleransi. Intinya, kegiatan ini diharapkan dapat membangun karakter masyarakat yang lebih toleran dan menghargai perbedaan.
Pemilihan Desa Borone sebagai kampung percontohan Kampung Moderasi Beragama didasari oleh kemajemukan penduduknya. Harapannya, keberhasilan program di desa ini dapat menginspirasi desa lain di Indonesia untuk menerapkan moderasi beragama. Seperti yang ditekankan oleh Kasatgas, perdamaian dalam kemajemukan adalah kunci utama masyarakat yang damai dan sejahtera.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari tokoh agama terkemuka. Prof. Zainal Abidin, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, dan Syaiful Bahri Laborahima, Ketua FKUB Kabupaten Tojo Una-una, berbagi pengetahuan dan pengalaman. Mereka menekankan pentingnya moderasi beragama tidak hanya untuk menjaga keberagaman, namun juga sebagai perekat bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi. Moderasi beragama bukan sekadar teori, melainkan tindakan nyata yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Prof. Zainal Abidin, moderasi beragama sangat penting untuk menciptakan suasana harmonis dan toleran. Hal ini juga merupakan strategi untuk mencegah radikalisme di Sulteng, khususnya Kabupaten Tojo Una-una. Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh lintas agama sebagai bentuk dukungan untuk perdamaian dan keharmonisan antarumat beragama di daerah tersebut. Mereka berharap Desa Borone dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama.
Operasi Madago Raya Polda Sulteng berkomitmen untuk terus berupaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi. Penguatan moderasi beragama di Tojo Una-una merupakan langkah konkret dalam upaya tersebut. Dengan menjadikan Desa Borone sebagai percontohan, diharapkan program ini dapat direplikasi di daerah lain dan menciptakan Indonesia yang lebih harmonis dan toleran.
Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam menciptakan suasana yang harmonis dan toleran di Kabupaten Tojo Una-una. Partisipasi tokoh agama lintas agama menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan keharmonisan antarumat beragama. Semoga Desa Borone dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun masyarakat yang moderat dan toleran.