Polres Garut: Hindari Jalur Alternatif Bandung-Garut saat Arus Balik Lebaran!
Polres Garut mengimbau pemudik menghindari jalur alternatif Bandung-Garut saat arus balik Lebaran karena kondisi jalan yang berbahaya, terutama di malam hari dan saat hujan.
Kepolisian Resor (Polres) Garut memberikan imbauan penting bagi para pemudik yang akan melakukan perjalanan arus balik Lebaran. Polres Garut secara tegas menyarankan agar pengendara menghindari jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Garut, melalui jalur Cipajati, Kamojang, atau Cisewu. Imbauan ini dikeluarkan mengingat kondisi jalan alternatif tersebut dinilai berbahaya, khususnya pada malam hari dan saat hujan.
"Kami tidak merekomendasikan jalur alternatif tersebut," tegas Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, di Garut, Jumat (4/4). "Alasannya, jalannya kurang lebar, dan kondisi jalannya kurang baik," tambahnya menjelaskan alasan di balik imbauan tersebut.
Meskipun demikian, Polres Garut telah mempersiapkan personel gabungan untuk mengamankan jalur nasional dan provinsi di Garut guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama periode arus balik Lebaran. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur utama dan memastikan keamanan para pengendara.
Kondisi Jalan Alternatif yang Berbahaya
Iptu Aang Andi Suhandi memaparkan bahwa selain jalur utama Bandung-Garut, terdapat beberapa jalur alternatif yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut, yaitu jalur Kamojang di Kecamatan Samarang, Cijapati di Kecamatan Kadungora, dan Cisewu di jalur selatan Garut. Namun, kondisi jalan alternatif ini jauh dari ideal. Jalannya sempit, kondisinya kurang baik, penerangan jalan kurang memadai, banyak turunan dan tanjakan yang berbahaya, serta dilarang untuk dilalui kendaraan besar.
"Penerangan kurang memadai, banyak turunan dan tanjakan yang berbahaya, dan dilarang untuk kendaraan besar," ujar Iptu Aang Andi Suhandi menekankan kembali bahaya penggunaan jalur alternatif tersebut.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Satria Budi. Ia juga tidak merekomendasikan jalur alternatif tersebut, khususnya untuk kendaraan besar seperti bus, dan perjalanan malam hari. Meskipun secara umum kondisi jalan aspal cukup bagus, namun potensi bahaya tetap ada, seperti tikungan tajam, tanjakan dan turunan curam, serta faktor cuaca yang tidak menentu.
"Aman, tapi tidak dianjurkan untuk perjalanan malam hari, dan kendaraan besar juga tidak boleh," kata Satria Budi.
Bahaya di Jalur Alternatif Cisewu
Satria Budi menambahkan bahwa jalur alternatif, terutama jalur Cisewu, memiliki tantangan tersendiri. Selain banyak tikungan, tanjakan, dan turunan curam, daerah tersebut juga sepi dan berada di sekitar perkebunan, sehingga rawan longsor. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan.
Sebagai alternatif yang lebih aman, Satria Budi menyarankan agar pengendara yang terpaksa harus melewati jalur alternatif tersebut untuk melakukan perjalanan secara konvoi. Dengan demikian, pengendara dapat saling mengawasi dan membantu satu sama lain jika terjadi sesuatu di jalan.
"Kalau mau malam hari bisa dilakukan dengan konvoi agar bisa saling jaga," sarannya.
Jalur Alternatif Lain yang Lebih Aman
Selain jalur alternatif Bandung-Garut, Garut juga memiliki jalur alternatif lain yang menghubungkan dengan Kabupaten Tasikmalaya (lintas Cibalong dan Cilawu), Kabupaten Cianjur (lintas pesisir pantai selatan Jawa Barat), dan Kabupaten Sumedang (Malangbong). Jalur alternatif ini dinilai lebih aman dan memadai, terutama jalur Cilawu yang telah dilengkapi dengan penerangan jalan yang lebih baik.
"Untuk jalur alternatif lainnya aman, sudah lebih memadai, seperti daerah Cilawu itu sudah ditambah penerangan jalan," pungkas Satria Budi memberikan informasi tambahan mengenai jalur alternatif yang lebih aman.
Kesimpulannya, Polres Garut dan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut sangat menyarankan para pemudik untuk menghindari jalur alternatif Bandung-Garut saat arus balik Lebaran demi keselamatan dan keamanan perjalanan. Pilihlah jalur utama atau jalur alternatif lain yang kondisinya lebih aman dan memadai.