Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Bersahabat dengan Semua Negara
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan persahabatan dengan semua negara, demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan tegas menyatakan komitmen pemerintahannya untuk menjalankan politik luar negeri yang bersahabat dengan seluruh negara di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis di Batang, Jawa Tengah, Kamis, 20 Maret 2024.
Dalam peresmian tersebut, yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menekankan pentingnya menjalankan prinsip 'politik persahabatan' dengan semua negara. Ia menyatakan, "Saya tegaskan bahwa pemerintahan yang saya pimpin, kami memiliki suatu pandangan, suatu politik, yaitu politik bersahabat dengan semua negara." Presiden juga menambahkan pentingnya menjadi 'the good neighbor' atau tetangga yang baik, dengan prinsip 'seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak'. Hal ini, menurutnya, akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk mencapai masa depan yang lebih sejahtera.
Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika. Presiden Prabowo memberikan contoh nyata, yaitu pertemuan-pertemuan yang telah dilakukannya beberapa kali dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan-pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan berbagai bidang lainnya antara Indonesia dan China. Presiden menekankan potensi besar kedua negara mengingat letak geografis yang berdekatan dan sejarah interaksi selama ratusan tahun. "Kita punya masa depan yang baik dengan kuncinya adalah kerja sama, kuncinya adalah hubungan yang baik," tegas Presiden Prabowo.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
Selain menekankan politik luar negeri yang bersahabat, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya investasi dan peningkatan nilai tambah komoditas dalam negeri. Peresmian KEK Industropolis Batang, yang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam hal ini. KEK ini telah menarik banyak investasi dari perusahaan-perusahaan besar, baik yang sudah beroperasi maupun yang sedang dalam tahap pembangunan.
Presiden Prabowo mengapresiasi perencanaan pembangunan KEK Industropolis Batang yang dinilai sangat baik. Saat ini, tujuh perusahaan telah beroperasi di KEK tersebut, tujuh perusahaan lainnya dalam tahap konstruksi, dan 13 perusahaan lagi dalam tahap perencanaan. Hal ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam menarik investasi asing dan menciptakan lapangan kerja.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan rencana pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja melalui investasi dan hilirisasi. "Investasi-investasi yang kita akan laksanakan mulai tahun ini nanti buahnya adalah hilirisasi supaya nilai tambah semua bahan baku kita bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, juga lapangan kerja yang kita hitung, dalam 5 tahun yang akan datang akan mencapai 8 juta lapangan kerja," jelas Presiden.
KEK Industropolis Batang: Mesin Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
KEK Industropolis Batang diharapkan mampu menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dan Indonesia secara keseluruhan. Transformasi dari KITB menjadi KEK ini bertujuan untuk mendorong peningkatan investasi di wilayah tersebut. Dengan adanya berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan, diharapkan akan lebih banyak perusahaan yang tertarik untuk berinvestasi dan beroperasi di KEK Industropolis Batang.
Keberhasilan KEK Industropolis Batang juga menunjukkan kesinambungan pembangunan ekonomi di Indonesia, yang telah dimulai pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Presiden Prabowo pun mengapresiasi kerja keras dan perencanaan yang matang dalam pembangunan KEK ini.
Dengan komitmen terhadap politik luar negeri yang bersahabat dan fokus pada peningkatan investasi serta hilirisasi, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Secara keseluruhan, peresmian KEK Industropolis Batang dan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai politik luar negeri Indonesia mencerminkan visi pemerintah untuk membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera melalui kerja sama internasional yang kuat dan investasi yang berkelanjutan.