Wamendiktisaintek Dukung Riset Teknologi Kesehatan Lansia di Ubaya: Solusi Bonus Demografi Indonesia?
Wakil Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi mendukung riset Ubaya tentang teknologi kesehatan lansia, melihatnya sebagai solusi strategis menghadapi bonus demografi dan peningkatan populasi lansia di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan, Riset, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, memberikan dukungan penuh terhadap riset interdisipliner teknologi kesehatan lansia yang digagas Universitas Surabaya (Ubaya). Dukungan ini diumumkan di Jakarta pada Jumat, 21 Maret. Riset tersebut dinilai sangat relevan, mengingat tantangan Indonesia dalam menghadapi bonus demografi dan peningkatan jumlah lansia di masa mendatang.
Menurut Wamendiktisaintek Stella, riset ini selaras dengan penelitian pribadinya. "'Riset ini sangat berkaitan dengan penelitian pribadi saya. Sangat menyenangkan bisa berdiskusi mengenai topik yang relevan dengan apa yang saya lakukan,'" ungkap Stella dalam keterangan resmi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia di Indonesia.
Pentingnya pilihan gaya hidup bagi kesehatan lansia juga menjadi sorotan utama. Stella mencontohkan sebuah studi tahun 2014 yang menunjukkan bahwa lansia yang diberi kebebasan memilih aktivitas, seperti merawat tanaman atau menentukan hiburan sendiri, memiliki usia harapan hidup lebih panjang. Hal ini menekankan pentingnya memberikan rasa kendali dan pilihan bagi para lansia dalam menjalani hari-hari mereka.
Dukungan Terhadap Peresmian Fasilitas Riset Ubaya
Wamendiktisaintek Stella Christie mengapresiasi komitmen Ubaya dalam mengembangkan riset ini melalui peresmian Center for Aging Wellness dan Life Science Integrated Facilities. Fasilitas ini dinilai sebagai langkah maju dalam pengembangan riset berbasis sains dan teknologi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya para lansia.
Ia menekankan peran krusial sains dan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. "'Presiden Prabowo baru-baru ini menekankan bahwa tidak ada bangsa yang bisa makmur tanpa sains dan teknologi yang tinggi. Investasi di bidang ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia,'" katanya. Riset di bidang kesehatan lansia, oleh karena itu, bukan hanya soal kesejahteraan sosial, tetapi juga investasi jangka panjang bagi Indonesia.
Peresmian fasilitas riset Ubaya ini juga dilihat sebagai upaya proaktif dalam menghadapi tantangan bonus demografi. Dengan peningkatan jumlah lansia yang signifikan dalam 40 tahun mendatang, riset dan kebijakan yang tepat sangat dibutuhkan untuk memastikan kesejahteraan mereka. Ubaya, dengan dukungan Wamendiktisaintek, mengambil langkah penting dalam menjawab tantangan ini.
Model Kolaborasi Riset ala Amerika Serikat dan Tiongkok
Wamendiktisaintek Stella Christie juga menyinggung model kolaborasi riset yang diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia menyebutkan bahwa laboratorium-laboratorium dari berbagai universitas sering bekerja sama dan berbagi fasilitas. Model kolaboratif ini, menurutnya, akan diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Riset, dan Teknologi untuk mendorong inovasi dan efisiensi riset di Indonesia.
Dengan mengadopsi model kolaboratif, diharapkan riset di bidang teknologi kesehatan lansia dapat berkembang lebih pesat. Kolaborasi antar universitas dan lembaga riset akan mempercepat proses penemuan, pengembangan, dan implementasi teknologi yang bermanfaat bagi lansia. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara maju yang mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.
Riset Ubaya ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi kesehatan lansia di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari Wamendiktisaintek dan penerapan model kolaborasi riset, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tantangan bonus demografi dan memastikan kesejahteraan para lansia di masa depan.
Kesimpulannya, dukungan Wamendiktisaintek terhadap riset Ubaya ini merupakan langkah penting dalam pengembangan teknologi kesehatan lansia di Indonesia. Riset ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis dan sosial lansia. Dengan demikian, diharapkan riset ini dapat memberikan solusi komprehensif untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia di Indonesia dan mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan bonus demografi.